Logo Header Antaranews Sumbar

Mentan dampingi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Ke Singapura

Senin, 16 Juni 2025 11:42 WIB
Image Print
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (ketiga kanan), Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto (kiri), Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (kedua kiri) Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (ketiga kiri), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kedua kanan), Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kanan) kenanti kedatangan Presiden Prabowo di Singapura, Minggu (15/6/2025) malam. ANTARA/HO-Humas Kementan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Singapura yang dimulai pada Minggu (15/6).

Keterangan Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin, menyebutkan rombongan kenegaraan ini juga diikuti sejumlah menteri Kabinet Merah Putih seperti Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan beberapa menteri lainnya.

Presiden Prabowo dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda strategis, termasuk upacara penyambutan resmi oleh Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam di Parliament House.

Selain itu, akan digelar pertemuan bilateral Leaders’ Retreat dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, yang menjadi momen penting dalam mempererat kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

Mentan mengatakan, Singapura merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam sektor pangan dan pertanian, baik sebagai negara tujuan ekspor langsung maupun hub distribusi global produk pertanian.

Dia mengungkapkan, peningkatan produksi pangan di Indonesia, khususnya komoditas utama seperti padi dan jagung, kini menjadi sorotan dunia internasional. Lonjakan produksi ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga turut mempengaruhi dinamika harga pangan global.

“Produksi pangan strategis seperti padi dan jagung mendorong diplomasi pertanian yang lebih aktif, seiring meningkatnya pengaruh Indonesia terhadap harga pangan dunia,” kata Mentan.

Dengan posisi strategis Singapura sebagai pusat logistik dan perdagangan internasional, Mentan Amran menilai kunjungan ini menjadi peluang penting untuk memperkuat akses pasar dan memperluas jejaring ekspor produk pangan Indonesia ke berbagai belahan dunia.

Oleh karena itu, kolaborasi erat dengan Singapura diharapkan dapat memperluas akses pasar ekspor bagi produk pertanian Indonesia, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok global.

"Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan sektor pertanian sebagai motor pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing tinggi di pasar internasional," kata Mentan.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026