Logo Header Antaranews Sumbar

Kapolri: Enam Pelaku Teror Penembakan Polisi Ditangkap

Selasa, 29 Oktober 2013 12:39 WIB
Image Print

Depok, (Antara) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Komjen Pol Sutarman mengaku pihaknya telah berhasil menangkap enam pelaku teror penembakan terhadap polisi. "Sudah ada enam yang kita tangkap. Saya terus bekerja, tapi memang saya belum sampaikan kepada media," katanya usai serah terima jabatan Kapolri di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa. Jenderal bintang tiga itu berharap dalam waktu singkat pihaknya bisa menelusuri dan mengungkap asal usul pelaku termasuk kelompok teror itu. "Pelaku sedang kita telusuri. Belum bisa menyampaikan ini kelompok siapa, tapi dia adalah pelaku teror yang harus kita ungkap semua," katanya. Meski tidak mengungkap jelas enam pelaku itu merupakan jaringan teroris yang mana, ia mengatakan keenamnya masuk dalam kelompok yang sama dengan teroris yang sebelumnya melakukan aksi pengeboman. Menurut Sutarman, jaringan teroris mirip seperti sel di dalam tubuh yang terus tumbuh meski telah "dibabat". "Ini kayak sel, sel ini kalau kita babat, muncul sel-sel baru, kemudian ia melakukan aktifitas baru. Itulah yang harus kita tangani bersama," katanya. Aksi teror terhadap anggota kepolisian semakin santer usai sejumlah personel terluka dan meninggal secara misterius. Tercatat sepanjang dua bulan terakhir, sebanyak empat polisi tewas dan satu polisi lainnya terluka karena ditembak oleh orang tidak dikenal. Pada 27 Juli 2013, anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Metro Gambir, Jakarta Pusat Aipda Patah Saktiyono, selamat dari penembakan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Lalu, pada 7 Agustus 2013, Aiptu Dwiyatno ditembak oleh orang tak dikenal di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Selang sepekan, giliran Aiptu Kushendratna dan Bripka Ahmad Maulana tewas ditembak di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. Terakhir, pada 10 September, Aipda (anumerta) Sukardi tewas ditembak orang tak dikenal ketika tengah mengawal enam truk di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026