
Kapolda Sumbar hadirkan program siswa sahabat Kapolda cegah tawuran

Padang (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menghadirkan Program Siswa Sahabat Kapolda untuk mecegah tawuran serta balap liar di kalangan pelajar.
"Program ini hadir untuk meluaskan kampanye dan menanamkan sikap anti tawuran dan balap liar di kalangan pelajar di Sumbar," kata Gatot di Padang, Selasa.
Ia mengatakan program telah dikenalkan secara resmi pada Senin (10/2) dengan mengundang puluhan pelajar ke Kantor Polda Sumbar di Padang.
Tidak hanya pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK di Kota Padang, pertemuan itu juga turut mengundang perwakilan Kepala Sekola serta guru.
Gatot menilai kampanye anti tawuran dan balap liar perlu terus digaungkan di kalangan generasi muda, khususnya di Kota Padang.
Hal itu sesuai dengan misi ia canangkan sebelumnya yakni menjadikan Sumbar bebas dari aksi tawuran dan balap liar atau disebut sebagai "Zero Tawuran dan Balap Liar".
Jika menilik ke belakang, tawuran dan balap liar memang dijadikan salah satu fokus utama Jenderal bintang dua itu sejak ia bertugas sebagai Kapolda Sumbar pada Januari 2025.
Hanya saja Gatot menegaskan tujuannya bukanlah sebatas mewujudkan misi saja, namun lebih luas daripada itu yakni menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.
Pasalnya, aksi tawuran maupun balap liar telah menjadi momok yang meresahkan masyarakat di provinsi setempat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Kota Padang.
Gatot menegaskan tawuran merupakan bentuk perbuatan kekerasan yang wajib dihindari dan tidak boleh lagi terjadi.
“Ini terjadi karena perselisihan atau kesalahpahaman antar sekolah sehingga terjadinya aksi balas dendam dan melakukan tawuran bahkan ada yang menggunakan senjata tajam," katanya.
Ia juga mengatakan aksi tawuran bisa menimbulkan kerugian materi, fisik, bahkan bisa menghilangkan nyawa seperti rekam jejak kasus yang pernah terjadi di Padang.
Sedangkan balap liar yang kerap terjadi di malam hari, lanjutnya, hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
Aksi balapan liar ini dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas karena menggunakan kendaraan yang berkecepatan tinggi, sehingga memicu resiko terjadinya kecelakaan.
“Balapan liar juga bisa juga menyebabkan terjadinya penganiayaan terhadap sesama teman karena adanya perselisihan dan rasa tidak senang,” lanjutnya
Gatot mengatakan kegiatan edukasi serta sosialisasi akan terus dilakukan oleh Polda Sumbar secara berkelanjutan kepada pelajar.
Pewarta: Fathul Abdi
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
