Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah Israel Izinkan Panggil 75.000 Tentara Cadangan

Sabtu, 17 November 2012 10:19 WIB
Image Print

Tel Aviv, (ANTARA/RIA Novosti-0ANA) - Kabinet Israel telah memberikan wewenang kepada militer untuk memobilisasi hingga 75.000 tentara cadangan guna mengantisipasi kemungkinan serangan darat di Gaza, kata laporan media lokal. Keputusan menaikkan tingkat mobilisasi itu diputuskan selama sidang kabinet khusus strategi Gaza pada Jumat. Pihak militer Israel sebelumnya melaporkan bahwa 16.000 cadangan sudah dipanggil sementara dua elit brigade militer telah menyelesaikan persiapan untuk memasuki daerah kantung Palestina "jika perlu." Israel melancarkan Operasi Pilar Pertahanan pada Rabu, menewaskan kepala militer Hamas Ahmed al-Jabari dan menyerang ratusan tempat peluncuran roket, depot amunisi dan sel-sel teroris milik kelompok-kelompok garis keras yang beroperasi di Gaza, terutama Hamas dan Jihad Islam. Sementara itu gerilyawan Palestina telah menembakkan lebih dari 450 roket ke kota-kota Israel, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem. Jumlah korban tewas dalam konfrontasi yang sedang berlangsung meningkat menjadi sedikitnya 30 orang pada Jumat, termasuk 27 warga Palestina dan tiga orang Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Kamis bahwa tentara Israel siap untuk "perluasan signifikan" dari operasinya di Jalur Gaza jika perlu. Sementara itu, Presiden Palestina Mahmud Abbas telah mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengimbau pada Jumat agar kedua pihak yang berkonflik menghentikan eskalasi berbahaya dan memulihkan ketenangan. Ia juga mengumumkan melalui juru bicaranya bahwa ia bermaksud untuk segera mengunjungi kawasan itu. Israel melakukan serangan skala penuh di Gaza selama Operasi Cast Lead empat tahun lalu di mana 1.400 warga Palestina dan 13 orang Israel tewas. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026