
AS: Kelompok Shebab Somalia akan Jadi Ancaman Kawasan Afrika

Washington, (Antara/AFP) - Jaringan-jaringan garis keras yang berpangkalan di Tanduk Afrika kemungkinan berkembang dan kelompok-kelompok seperti Al Shebab mungkin akan menimbulkan ancaman kawasan itu pada satu saat, kata para pejabat penting AS, Selasa. Serangan bulan lalu di satu pusat belanja di Nairobi, ibu kota Kenya, yang diklaim Shebab yang berpangkalan di Somalia itu, menunjukkan perlunya bagi AS mempertahankan dukungannya pada pihak berwenang di Somalia, kata para pejabat Pentagon dan Departemen Luar Negeri kepada para anggota Kongres. Serangan terhadap pusat belanja Nairobi selama empat hari, yang menewaskan setidaknya 67 orang dan 39 orang lainnya masih dinyatakan hilang itu adalah satu "contoh mengerikan tantangan bagi Somalia dan kawasan itu," kata Asisten menteri luar negeri bagi Urusan Afrika, Linda Thomas-Greenfield. "Serangan ini menandakan bahwa ekskremisme yang merusak di Tanduk Afrika kemungkinan meningkat," katanya kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat. Membantu Somalia, saat negara itu muncul dari dua dasa warsa perang saudara, membangun satu negara yang damai dan stabil akan mencegah teroris menjadikan Somalia sebagai tepat perlindungan," katanya. Wakil Menteri Pertahanan Amanda Dory memperingatkan bahwa kendatipun Shebab telah lemah akibat perang melawan pasukan Somalia, Ethiopia dan pasukan UNISOM Uni Afrika kelompok itu masih berbahaya dan dapat melakukan serangan menggunakan senjata mutakhir." "Untuk masa depan, kita harus mempertahankan kemajuan keamanan yang telah dicapai sampai sekarang, karena Shebab mungkin akan tetap satu ancaman penting bagi Stabilitas Somalia dan Afrika Timur untuk beberapa waktu ke depan," kata Dory. Tetapi para pejabat pemerintah AS mendapat kecaman dari senator veteran John McCain atas apa yang disebutnya "satu missi yang gagal" pada akhir pekan lalu untuk menangkap seorang dari para komandan Shebab dari rumahnya di kota pelabuhan Barawe. Abdulkadir Mohamed Abdulkadir, seoranag warga Somalia asal Kenya yang berperang membantu Shebab dengan nama samaran "Ikrima, jadi sasaran serangan itu, tetapi tetap tidak jels apakah ia tewas dalam baku tembak akhir pekan lalu itu. Para pejabat Pentagon mengacu ia tidak ditangkap setelah kesatuan SEAL Angkatan Laut AS dikabarkan terpaksa menghentikan serangan mereka karena mereka menghadapi serangan gencar. Baik Dory maupun Thomas-Greenfield tidak merinci lebih jauh tentang operasi itu kepada masyarakat, dengan mengatakan mereka hanya membentangkan masalah itu hanya dalam satu sidang tertutup. "Dengan bantuan yang berkesinambungan dari AS dan mitra internasional lainnya, para aparat keamanan nasional Somalia akan mendapat posisi yang lebih baik untuk melumpuhkan pemberontakan Shebab dan secara berangsur mengubah negara itu menjadi satu cerita yang berakhir sukses," kata Dory. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
