
Setiawan Djodi: Miss World Tak Perlu Dipermasalahkan

Jakarta, (Antara) - Pengusaha Setiawan Djodi berpendapat kontes kecantikan Miss World 2013 yang sedang berlangsung di Bali tidak perlu dipermasalahkan, karena kegiatan internasional itu justru potensial untuk mempromosikan kebudayaan dan kepariwisataan Indonesia. "Menurut saya itu sesuatu yang bagus, namun memang harus ada acuan tuan rumah yang harus dihormati dan dihargai panitia," kata Setiawan Djodi, di Jakarta, Senin. Ia juga mengapresiasi beberapa agenda acara dalam penyelenggaraan Miss World yang secara langsung mempromosikan budaya Indonesia. Salah satunya ketika acara pembukaan pada 8 September 2013 seluruh kontestan Miss World melakukan parade busana nusantara. "Ada agenda dalam Miss World yang saya kira harus didukung dan tidak perlu dipersoalkan," katanya. Ia menegaskan dirinya pernah menghadiri beberapa acara Miss World di sejumlah negara lain, dan sangat mendukung kontes tersebut. "Saya pernah hadir dan saya mendukung," katanya. Intinya, kata dia, masyarakat harus melihat sisi positif dari acara yang melibatkan 130 negara tersebut. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu sebelumnya juga sudah meyakinkan bahwa kontes Miss World 2013 akan menjadi ajang yang tepat untuk mempromosikan budaya Indonesia. Selain mengikuti proses penilaian, para peserta kontes Miss World 2013 juga akan diajak ke berbagai tempat wisata. Kontestan juga akan diperkenalkan dengan budaya Indonesia termasuk pakaian adat nusantara yang dirancang oleh 20 desainer lokal. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
