
Afsel Tegaskan Peran PBB Dalam Penanganan Suriah

Johannesburg, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Kamis (12/9), kembali menyampaikan pendirian pemerintahnya bahwa masalah keamanan global seperti masalah Suriah mesti ditangani oleh PBB. "Afrika Selatan telah mengangkat perlunya menghormati PBB dalam menangani masalah keamanan internasional," kata Presiden Zuma saat memberi sambutan di hadapan anggota perhimpunan galeri pers parlemen. Ia percaya masalah Suriah tak boleh diselesaikan oleh aksi militer asing sepihak, dan mengatakan, "Masalah keamanan global seperti krisis Suriah harus ditangani oleh PBB." Pernyataan tersebut disampaikan saat bayang-bayang agresi militer AS terhadap Suriah masih ada. Pada Selasa (10/9), Gedung Putih menyatakan lebih dari 30 negara telah setuju untuk mendukung seruan AS bagi reaksi keras internasional terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh tentara Pemerintah Suriah pada Agustus. "Kami telah menekankan pandangan kami bahwa Dewan Keamanan PBB adalah tempat yang lebih baik guna menangani masalah Suriah dalam lingkup hukum internasional," kata Presiden Zuma, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Ia menegaskan PBB dan multilaterialisme mesti dihormati dalam penyelesaian masalah keamanan internasional. Selama pertemuan tingkat tinggi G20 di Rusia pada 5 dan 6 September, Afrika Selatan dan banyak negara-berkembang lain dengan keras menentang serangan militer asing yang mungkin dilancarkan terhadap Suriah tanpa mandat PBB. Itu adalah untuk kedua kali pada bulan ini Presiden Afrika Selatan tersebut menyoroti peran PBB dalam menyelesaikan masalah Suriah. Pada 2 September, Presiden Zuma mengatakan di Johannesburg, "Tugas PBB akan dihormati sebagai satu-satunya lembaga berwenang yang dapat campur tangan secara militer di negara mana pun." (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
