
Baterei Anti-Rudal Ditempatkan di Dekat Jerusalem

Jerusalem, (Antara/Xinhua-OANA) - Pasukan Pertahanan Israel menempatkan baterei anti-rudal Iron Dome di dekat Jerusalem, demikian konfirmasi seorang juru bicara militer kepada Xinhua pada Ahad (8/9). Itu adalah untuk pertama kali baterei tersebut, yang mencegat ribuan roket di permukiman di Israel Selatan dan Tengah dalam aksi Pilar Pertahanan pada November 2012, ditempatkan di sekitar Jerusalem. Tak ada perincian lebih lanjut yang diberikan mengenai peggelaran baterei itu di tengah ketegangan sehubungan dengan kemungkinan serangan militer AS terhadap Suriah --yang mungkin mengakibatkan diluncurkannya roket ke arah Israel dari Suriah dan Lebanon. Enam baterei operasional telah digelar di seluruh Israel, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin. Pekan lalu, lembaga keamanan Israel mensahkan pendaftaran ratusan personel cadangan militer untuk bertugas di satuan pertahanan udara dan komando utara di tengah ketegangan yang meningkat. Belakangan, personel cadangan tersebut dibebas-tugaskan dan tingkat siaga tinggi telah diturunkan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu mengatakan Israel "siap menghadapi skenario apa pun" dan akan mengetahui cara mempertahankan nyawa orang Israel jika negara Yahudi tersebut diserang. Para pejabat lain pertahanan meremehkan kemungkinan Israel diserang sebagai pembalasan atas agresi militer AS terhadap Suriah. Namun mereka menegaskan militer dan lembaga pertahanan sedang disiapkan untuk menghadapi skenario apa pun. Pada Ahad malam (8/9), Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan di Tashkent, Uzbekistan, , masalah Suriah mesti ditangani dalam kerangka kerja Dewan Keamanan (DK) PBB. Wang, yang menyertai Presiden China Xi Jinping dalam satu kunjungan kenegaraan ke Uzebkistan, menekankan pendirian China tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Masyarakat internasional, katanya, mesti mematuhi dua prinsip mengenai masalah Suriah, yaitu mematuhi norma dasar dalam hubungan internasional dan menolak setiap penggunaan senjata kimia. Itu berarti masalah tersebut mesti dibawa kembali ke kerangka kerja DK PBB, tempat semua pihak terkait dapat mencari konsensus dan merumuskan pendekatan yang tepat, ia menambahkan. Pemerintah Presiden AS Barack Obama menyatakan Pemerintah Suriah melakukan serangan gas sarin pada 21 Agustus, yang diklaim AS menewaskan 1.429 orang termasuk 426 anak kecil. Pemerintah Suriah, katanya, akan dianggap bertanggung-jawab karena melanggar normal internasional mengenai pelarangan penggunaan senjata pemusnah massal, jika Kongres AS memberi dia pengesahan untuk menggunakan kekuatan militer.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
