
"IOB" Naikkan Tingkat Isian Garuda Shanghai-Jakarta

Beijing, (Antara) - Pemberlakuan keimigrasian dalam pesawat (immigration on board/IoB) sejak awal Mei 2013, memperbesar tingkat isian penumpang rute Shanghai-Jakarta dari 75 persen menjadi 85 persen, kata Manajer Umum Maskapai Garuda Indonesia Shanghai Sentot Mujiono. "Rata-rata 150 pax saat ini menggunakan fasilitas IoB, sehingga tingkat isian mencapai 85 persen dari sebelumnya rata-rata hanya 75 persen," katanya kepada Antara di Beijing, Sabtu. Sentot mengatakan Garuda Indonesia melayani jalur penerbangan Shanghai-Jakarta setiap hari dengan menggunakan pesawat Airbus 330-300 berkapasitas 257 tempat duduk. "Jumlah tempat duduk terdiri atas 42 kelas bisnis dan 215 tempat duduk di kelas ekonomi. Dengan peningkatan jumlah penumpang, pada beberapa bulan mendatang kami menggantinya dengan pesawat yang lebih besar," ujarnya. Garuda Indonesia meluncurkan program layanan imigrasi selama penerbangan rute Shanghai-Jakarta, mulai awal Mei 2013. Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan mengatakan layanan imgirasi selama penerbangan Shanghai-Jakarta, diharapkan dapat terus meningkatkan arus kunjungan wisatawan China ke Indonesia. "Selama ini jumlah kunjungan wisatawan China ke Indonesia terus meningkat. Pada 2010, baru sekitar 260 ribu orang. Pada 2012 mencapai 850 ribu orang," katanya. Ia optimistis dengan IoB akan semakin banyak pebisnis dari China yang ke Indonesia. "Selama ini kunjungan ke Indonesia masih didominasi turis dengan tujuan utama Bali, sedangkan pebisnis dari China relatif belum banyak," kata Imron. Garuda Indonesia telah menerapkan IoB di enam rute lain antara Tokyo (Narita)-Jakarta, Seoul-Jakarta, Sydney-Jakarta, Tokyo (Narita)-Denpasar, Osaka-Denpasar. dan Sydney-Denpasar. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
