Logo Header Antaranews Sumbar

Bashar: Suriah Mampu Menghadapi Intervensi Asing

Senin, 2 September 2013 06:44 WIB
Image Print
Bashar al-Assad

Damaskus, (Antara/AFP) - Presiden Suriah Bashar al-Assad, Ahad tetap melawan setelah Presiden Amerika Serikat Bacak Obama memutuskan untuk meminta persetujuan Kongres bagi satu serangan militer, menegaskan kembali negaranya siap menghadapi setiap intervensi. "Suriah... mampu menghadapi setiap agresi dari luar seperti yang dihadapinya agresi dalam negeri setiap hari, dalam bentuk kelompok-kelompok teroris dan pihak yang mendukung mereka," katanya dalllam komentar-komentar yang diisiarkan kantor berita resmi SANA. Dalam pernataan resmi pertamanya sejak pengumuman Obama, Sabtu itu, Bashar mengatakan Suriah terus "mencatat kemenangan demi kemenangan". Wakil Menteri Luar Negeri Faisal Muqdad senelumnya mengemukakan kepada wartawan di Damaskus bahwa Obama "jelas ragu-ragu, kecewa dan bingung ketika berbicara kemarin." Keputusan Obama secara efektif mencegah setiap aksi militer yang bertujun menghukum pemerintah Bashar atas apa yang disebut serangan gas beracun yang mematikan sampai setidak 9 September, ketika para anggota Kongres pulang dari reses musim panas mereka. AS dan negara-negara Barat lainnya dan Arab menuduh pemerintah Suriah bagi serangan gas beracun 21 Agustus, yang menurut Washington menewaskan lebih dari 1.400 orang-- tuduhan-tuduhan yang dibantah keras Damaskus. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026