
BI: Pengguna QRIS di Sumbar tetap tinggi lebih 700 ribu orang

Padang (ANTARA) - Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat memastikan kasus stiker barcode Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) palsu di Jakarta tidak berdampak pada pengguna transaksi QRIS di provinsi tersebut yang tetap tinggi, saat ini tercatat lebih 700 ribu orang pengguna.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Saputra di Padang, Kamis mengatakan sejauh ini tidak memiliki dampak langsung karena QRIS ini merupakan sarana transaksi yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
"Kasus yang di Jakarta ini bukan keamanan tapi meminta ketelitian masyarakat dalam melakukan pembayaran dan memastikan pembayaran sesuai dengan yang diinginkan," kata dia.
Nanti ke depan, katanya tentu akan ada perbaikan stiker barcode seperti menempelkan nama toko atau masjid yang akan dituju agar tidak salah.
"Kita akan memberikan edukasi kepada masyarakat dan juga pengurus masjid yang ada dan ini akan kita lakukan setelah Lebaran," kata dia.
Ia menyebutkan untuk masjid yang sudah menggunakan QRIS di Sumatera Barat ini belum terlalu banyak dan baru masjid yang besar-besar saja yang menggunakan.
"Ini tentu akan kita sosialisasikan bersama kepada pengurus masjid agar memeriksa dan mengawasi stiker barcode yang ada di masjid mereka," kata dia
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kepolisian memastikan keamanan transaksi QRIS ini dan jika ada kejanggalan tentu akan dilaporkan.
Ia meyakinkan masyarakat bahawa pembayaran melalui QRIS ini merupakan sarana pembayaran yang cepat, mudah, aman dan handal.
Dia berterima kasih kepada pemilik usaha dan masyarakat yang telah menggunakan QRIS sebagai sarana pembayaran di tengah masyarakat, sejauh ini memang yang terbanyak adalah pengusaha, toko dan merchant-merchant dan lainnya.
"Untuk Sumbar sendiri, pengguna QRIS ini sudah mencapai 700 ribuan dan jumlah transaksi sudah lebih dari satu juta kali transaksi," kata dia.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
