
Pedrosa Menang di GP Valencia

Valencia (ANTARA/AFP) - Dani Pedrosa memenangi Moto GP Valencia yang diwarnai sejumlah insiden pada Minggu (11/11). Ini merupakan balap penutup musim, sekaligus balap terakhir bagi karir Casey Stoner. Pedrosa, yang memulai balap dari posisi terdepan dengan Hondanya, diikuti oleh pebalap Yamaha Katsuyuki Nakasuga dengan Stoner, juara dunia 2011 yang membalap untuk terakhir kalinya sebelum mengundurkan diri, berada di peringkat ketiga. Jorge Lorenzo, yang telah mengunci gelar juara dunia pada bulan lalu di Australia, terjatuh saat balap masih menyisakan 17 lap. Pada kondisi sulit dengan trek yang mengering setelah sempat ditimpa hujan, pemilihan ban menjadi faktor penting, di mana sejumlah pebalap memulai balap dengan menggunakan ban slick dan sebagian lagi menggunakan ban basah. Pedrosa berusaha menghindari kesalahan untuk mengamankan kemenangan ketujuhnya musim ini, untuk mengakhiri musim dengan raihan 322 poin di klasemen pebalap, dan menempati peringkat kedua di bawah Lorenzo, yang mengumpulkan 350 poin, sedangkan Stoner berada di peringkat ketiga dengan koleksi 254 poin. Pedrosa berkata pada BBC, "Saya sangat bahagia sebab ini sulit, dengan kondisi trek yang sedang mengering." "Saya mampu mengejar Jorge, kemudian saya melakukan kesalahan, kemudian ia membuat satu (kesalahan) di poin yang sama." "Sangat sulit untuk tetap fokus ke depan pada akhirnya, karena selisih (dengan para pebalap yang tertinggal) begitu besar." "Ini cara yang bagus untuk mengakhiri musim." Tim Stoner menandai akhir karir pebalap itu dengan membentangkan tanda di trek yang bertuliskan "pergi memancing." Pebalap Australia itu, merrefleksikan balap terakhirnya, berkata, "Saya tidak ingin mengambil resiko apapun di balap terakhirku, saya takut tabrakan dalam kondisi-kondisi ini." "Terdapat begitu banyak tabrakan hari ini, dan itu sulit." "Saya memakai ban slick namun mata saya adalah piring-piring makan malam, maka saya tidak ingin membawa sepeda motorku berada di jalur-jalur yang basah." "Ini fantastis untuk mengakhiri (karirku) dengan cara ini, terima kasih banyak untuk semuanya, untuk semua pendukungku pada sepanjang tahun, terdapat begitu banyak cara-cara yang lebih buruk untuk pergi." Bagi Lorenzo, harapannya untuk merayakan gelar juara dunia keduanya gagal akibat dirinya terjatuh. Pebalap Spanyol itu, yang memulai balap dari posisi kedua, dilewati oleh sejumlah pebalap di lap-lap awal sebelum kembali menyalip mereka, dan berbalik memimpin setelah terjadi serangkaian pit stop untuk mengganti ban dengan menggunakan ban slick. Pedrosa, yang terjatuh pada balap terakhir di Australia sehingga dirinya harus menyerahkan gelar juara pada Lorenzo, berada di posisi kedua, tertinggal sekitar empat detik, namun ia segera mendapat keuntungan. Dengan 17 lap tersisa, balap Lorenzo berakhir prematur ketika ia kehilangan kendali motornya saat sedang menikung. Meski ia berupaya untuk memperbaiki posisi sepeda motornya, namun motornya tetap gagal dikendalikan, dan membuat ia terlontar ke udara sehingga sang juara dunia terpental ke area gravel. Hebatnya, ia mampu berjalan dan tidak mendapat luka serius. Di sisi lain, Pedrosa mengambil kendali sebagai pemimpin balapan. Pedrosa unggul 26 detik atas pebalap Yamaha asal Inggris Cal Crutchlow, yang gagal mendapat posisi podium ketika ia terpisah dengan sepeda motornya saat balap tinggal menyisakan tujuh lap. Hal itu membuat Nakasuga, salah satu pebalap penguji Yamaha, mampu meraih peringkat kedua. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
