
Polres Pasaman Barat siap bantu pemerintah turunkan angka stunting
Rabu, 8 Februari 2023 20:37 WIB

Simpang Empat,- (ANTARA) -
Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat siap membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting atau kekerdilan anak di daerah itu sesuai instruksi Kapolri beberapa waktu lalu
"Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Ini sudah program nasional dan kami akan membantu pemerintah," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki di Simpang Empat, Rabu.
Ia mengatakan personel Polres Pasaman Barat termasuk Kepala Kepolisian Sektor jajaran khususnya para Bhabinkamtibmas harus turun langsung ke lapangan guna mengecek apabila ada orang tua dan anak yang membutuhkan tambahan gizi.
"Apabila di wilayahnya terdapat hal itu, kami harus turun untuk membantu menyalurkan kebutuhan gizi bagi anak dan ibu yang sedang mengandung atau hamil agar terpenuhinya gizi yang baik," katanya.
Menurutnya penanganan stunting harus melibatkan semua sektor yang ada. Penanganannya tidak lepas dari bantuan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat yang ada di Pasaman Barat.
"Mari sama-sama kita bantu Pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Pasaman Barat demi masa depan generasi kita," ujar dia.
Sementara itu berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Pasaman Barat tahun 2022 berada pada angka 35,5 persen atau di atas rata-rata nasional yang tercatat 21,6 persen
"Padahal pada tahun 2021 angka prevelensi stunting Pasaman Barat ada di angka 24 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Hajran Huda
"Dibanding periode tahun 2021, angka prevelensi stunting di tahun 2022 mengalami peningkatan 11,5 persen. Kami harus bekerja keras agar bisa diturunkan lagi," katanya.
Pihaknya tetap melanjutkan program seperti pemberian obat tambah darah bagi remaja perempuan sehingga saat mereka menikah tetap sehat, serta pemberian tablet satu butir dalam satu minggu atau empat kali sebulan untuk anak SMP dan SMA melalui Puskesmas.
"Kalau ada ibu hamil yang kekurangan energi kalori dan lengannya kurang dari 35 cm maka diberikan makanan tambahan. Diharapkan juga ibunya sehat maka bayinya akan sehat. Jika memang nanti anaknya lahir kurang gizi maka diberikan pemberian makanan tambahan bagi bayinya setelah enam bulan dan kita pantau terus terhadap yang stunting," sebutnya
Pihaknya akan terus memantau melalui puskesmas, posyandu dan polindes sehingga mengetahui nama dan alamat untuk mempermudah intervensi.
Pewarta: Altas Maulana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
