
Dirut: PLN Masih Membutuhkan Petugas Pembaca Meteran

Semarang, (ANTARA) - PT PLN (Persero) masih membutuhkan petugas pembaca meteran dan pemantauan, meskipun tengah digalakkan listrik prabayar atau "listrik pintar" yang dibantu dengan sistem komputer. "Petugas pembaca meteran tetap diperlukan untuk membaca meteran meskipun sudah terbantu dengan sistem. Mereka juga bertugas melakukan inspeksi untuk mencegah dan menangani jika terjadi masalah," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji seusai acara Konvensi PDKB 2012 di Unit Pendidikan dan Pelatihan PLN Semarang, Jumat. Ia mencontohkan ketika ada pelanggan yang tiga bulan tidak membeli stroom (voucher), maka petugas akan mengecek langsung ke lapangan apakah karena rumah kosong atau ada sebab lain. Seluruh petugas pembaca meteran tersebut, lanjut Nur Pamudji, diserahkan kepada pihak ketiga atau pekerja borongan. Ditanya apakah jumlah petugas pembaca meteran akan berkurang karena semakin banyaknya pelanggan prabayar, Nur Pamudji menegaskan bahwa tidak ada pengurangan petugas pembaca meteran. "Kami terus mengkampanyekan agar masyarakat dapat menikmati listrik prabayar dan jumlah pelanggan listrik bertambah, sehingga tetap diperlukan petugas pembaca meteran," katanya. Ia mengatakan jumlah pelanggan listrik bertambah 3,5 juta orang pada 2011. Nur Pamudji menegaskan bahwa listrik prabayar dimaksudkan untuk memberikan pelayanan lebih baik dan lebih menguntungkan kepada pelanggan. Bagi mereka yang mempunyai investasi rumah toko, rumah sewa, kontrakan, atau yang memiliki pendapatan tidak teratur, maka listrik prabayar akan sangat menguntungkan karena mereka tidak perlu khawatir ada pemutusan listrik dan tidak perlu membayar listrik setiap hari tetapi sesuai kebutuhan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
