
Mendag: Defisit Perdagangan Dipengaruhi Kebutuhan Migas

Jakarta, (Antara) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bahwa defisit perdagangan yang dialami Indonesia terjadi dipengaruhi karena tingginya kebutuhan migas di dalam negeri sehingga membutuhkan banyak impor migas. "Kebutuhan untuk migas terus meninggi," kata Gita Wirjawan di Jakarta, Jumat. Menurut Mendag, semakin meningkatnya impor migas juga tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas perekonomian serta tingginya kebutuhan domestik terkait migas. Konsumsi domestik migas tersebut, ujar dia, yang terbanyak adalah sektor ritel dan perindustrian yang selaras dengan naiknya pertumbuhan ekonomi. Ia mengungkapkan, defisit neraca perdagangan migas masih merupakan penyumbang terbesar bagi defisit neraca perdagangan Indonesia pada jangka waktu semester I tahun 2013. Bahkan, ujar dia, defisit perdagangan diperkirakan mencapai hingga sekitar 5 miliar dolar AS pada akhir tahun. Sebagaimana diketahui, defisit perdagangan pada semester I tahun 2013 mencapai sekitar 3,3 miliar dolar AS. Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (LP3E Kadin) Didik J. Rachbini mengatakan ekonomi nasional terus mengalami kesulitan sebagai akibat dari empat jenis defisit yang sedang terjadi di Indonesia. "Indonesia sedang dirundung defisit berganda karena kebijakan ekonomi jauh dari memadai untuk mengatasi masalah. "Quatro" (empat) defisit yang bertumpuk-tumpuk ini akan menjadi 'warisan' masalah ekonomi bagi presiden yang akan datang," kata Didik. Didik menyebutkan, keempat jenis defisit yang sedang menjadi kendala ekonomi nasional itu adalah defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, defisit neraca pembayaran, dan defisit primer APBN. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai menurunnya harga komoditas andalan yakni sektor migas, merupakan penyebab semakin tingginya defisit neraca transaksi berjalan. "Dari nonmigas sebetulnya sudah surplus dan masih bisa dipertahankan. Namun tingginya defisit jasa dan negatif pada neraca migas yang menyebabkan neraca transaksi berjalan kita tadi dilaporkan Bank Indonesia sudah sangat tinggi," kata Hatta usai rapat koordinasi stabilisasi harga bahan pokok di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/7). Hatta menyebutkan harga sejumlah komoditi andalan yang mengalami penurunan, di antaranya minyak sawit mentah (CPO), batu bara dan karet. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
