
Seorang Tewas Dalam Ledakan Bom Mobil di Somalia

Mogadishu, (Antara/AFP) - Sedikitnya seorang tewas dan beberapa lain cedera Rabu ketika sebuah bom mobil meledak di Mogadishu, ibu kota Somalia, kata polisi. Ledakan itu ditujukan pada mobil seorang anggota parlemen, yang tidak terluka dalam serangan tersebut. "Bom itu menghancurkan mobil anggota parlemen Sheikh Adan Mader, namun ia selamat tanpa cedera dalam serangan tersebut," kata pejabat kepolisian Somalia Mohamed Ali. "Satu warga sipil tewas dan beberapa orang lain cedera." Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, namun gerilyawan Al-Shabaab yang terkait Al-Qaida melakukan serangkaian pemboman, serangan dan pembunuhan yang bertujuan menggulingkan pemerintah Somalia yang didukung internasional. Abdulahi Elmi, seorang saksi yang berada di dekat lokasi pemboman, mengatakan, ia melihat tujuh warga sipil cedera akibat ledakan tersebut. Pada 12 Juli, sedikitnya tiga orang tewas ketika seorang penyerang bunuh diri menabrakkan mobilnya yang berisi bom ke konvoi pasukan Uni Afrika di Mogadishu. Misi Uni Afrika (AU) mengkonfirmasi bahwa sebuah mobil berisi bom berusaha menabrak salah satu kendaraan lapis baja pengangkut pasukan mereka di salah satu jalan raya utama Mogadishu, namun tidak ada prajurit yang tewas dalam ledakan itu. Sejumlah prajurit dalam konvoi itu mengalami luka-luka ringan, kata misi itu dalam sebuah pernyataan. Pasukan AU yang berkekuatan 17.700 orang, yang berperang di pihak pemerintah Somalia, melakukan patroli rutin di negara tersebut. Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut. Pemerintah baru Somalia di bawah Presiden Hassan Sheikh Mohamud, yang mulai menjabat pada September 2012, mengakhiri kekuasaan transisi delapan tahun dukungan Barat yang dikotori korupsi. Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB. Gerilyawan Al-Shabaab kehilangan sejumlah daerah akibat penyerangan pasukan Misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM) dan pasukan Ethiopia yang menyerbu Somalia tahun 2011 dari arah barat. Pasukan dan tank Ethiopia memasuki Somalia pada November 2011 untuk memerangi gerilyawan Al-Shabaab dan merebut sejumlah kota utama, termasuk Baidoa. Pada waktu yang bersamaan, pasukan Somalia dan pasukan AU juga memerangi gerilyawan garis keras itu dan berusaha terhubung dengan daerah-daerah yang dikuasai pasukan Ethiopia. Pasukan Kenya, yang menyerbu Somalia pada 2011 sebelum kemudian disatukan ke dalam AMISOM, juga menekan dari arah selatan dan menguasai pangkalan Al-Shabaab serta kota pelabuhan utama Kismayo pada September 2012. Akibat tekanan-tekanan itu, Al-Shabaab kehilangan sejumlah daerah yang selama beberapa tahun mereka kuasai dan kemudian melakukan serangan gerilya seperti pemboman bunuh diri di Mogadishu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
