
Harga emas terangkat 8,4 dolar AS

Chicago (ANTARA) - Harga emas mengalami kenaikan pada Rabu pagi (8/6), terangkat oleh pelemahan dolar AS karena membaiknya sentimen pasar mendorong permintaan untuk mata uang berisiko lebih tinggi, namun keuntungannya dibatasi meningkatnya ekspektasi lebih banyak kenaikan suku bunga di AS dan Eropa.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 8,4 dolar AS atau 0,46 persen, menjadi ditutup pada 1.852,10 dolar AS per ounce, menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut.
Baca juga: Emas merosot tertekan penguatan dolar, kenaikan imbal hasil AS
Emas berjangka tergelincir 6,5 dolar AS atau 0,35 persen menjadi 1.843,70 dolar AS pada Senin (6/6/2022), setelah merosot 21,2 dolar AS atau 1,13 persen menjadi 1.850,20 dolar AS pada Jumat (3/6/2022), kerugian harian terbesar dalam waktu sekitar tiga minggu.
Para analis pasar juga mengaitkan kenaikan moderat dengan bargain hunting atau perburuan harga murah karena harga emas bergerak menuju 1.800 dolar AS per ounce.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 8,6 sen atau 0,39 persen, menjadi ditutup pada 22,178 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 17,1 dolar AS atau 1,66 persen menjadi ditutup pada 1.012,9 dolar AS per ounce.
Baca juga: Harga emas melonjak 22,7 dolar
Baca juga: Emas naik sedikit, dibatasi penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas terangkat 8,4 dolar AS, ditopang pelemahan "greenback"
Pewarta: Apep Suhendar
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
