
Serangan Bom Tewaskan Tujuh Orang di Kedai Teh Irak Utara

Mosul, Irak, (Antara/Reuters) - Sebuah ledakan bom di rumah minum teh di kota Mosul, Irak utara, menewaskan sedikitnya tujuh orangpada Rabu, kata polisi dan petugas medis. Kekerasan itu merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan serangan gerilyawan tahun ini yang telah mendorong kekhawatiran konflik yang lebih luas di negara di mana etnis Kurdi dan Syiah serta Muslim Sunni belum menemukan kompromi pembagian kekuasaan yang stabil. Para petugas medis mengatakan mereka telah menerima mayat enam orang dan satu anak setelah serangan di lingkungan Bab Laqash,Mosul, 390 kilometer (240 mil) di utara ibu kota Baghdad. "Kami pergi ke rumah minum ini setelah shalat. Malam itu ketika kami makin dekat kami mendengar ledakan besar di dalamnya. Pada awalnya kami pikir itu tabung gas, tetapi polisi mengatakan kepada kami itu adalah ledakan. Kami melihat asap dan api keluar," kata saksi Haj Hassan, 45 tahun. Tidak jelas siapa yang berada di balik serangan itu, tetapi gerilyawan Sunni, termasuk Al Qaida yang berafiliasi pada Negara Islam Irak telah mendapatkan kembali kekuatan dalam beberapa bulan terakhir, kata sumber keamanan. Sekitar 460 orang telah tewas dalam serangan gerilyawan sejauh pada Juli, menurut kelompok pemantau kekerasan Iraq Body Count. Peningkatan pertumpahan darah telah memicu kekhawatiran bahwa Irak bergeser kembali ke konflik habis-habisan, meskipun belum sesuai dengan pembantaian sektarian 2006-07 ketika korban meninggal bulanan terkadang mencapai 3.000 orang. Pada Kamis, utusan PBB untuk Irak, Martin Kobler, mengatakan negara itu berisiko turun "ke jalan berbahaya, berlubang dengan kekerasan sektarian di setiap saat, menyebabkan peningkatan ketidakstabilan". (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
