Logo Header Antaranews Sumbar

DR Kongo: Pasukan Rwanda Dukung Pemberontak

Rabu, 17 Juli 2013 08:17 WIB
Image Print

PBB, (Antara/AFP) - Pemerintah Republik Demokratik Kongo menuduh pasukan Rwanda bergabung dengan pemberontak yang barumaju di bagian timur negara yang dilanda perselisihan, dalam surat yang dibuat untuk umum Selasa. Surat yang dikirim oleh Duta Besar DR Kongo di PBB kepada Dewan Keamanan itu mengatakan bahwa "unit khusus yang berasal dari Rwanda" mendukung pemberontak M23 dalam memerangi pasukan pemerintah di luar kota utama Goma. Surat itu bagian dari ketegangan baru antara kedua tetangga. Rwanda Senin menuduh DR Kongo dan penembakan pasukan PBB di dua desa perbatasan Rwanda. Para pemberontak M23 melancarkan serangan baru di luar ibu kota provinsi Kivu Utara pada Minggu dan pertempuran baru dilaporkan meletus pada Selasa. Pemerintah DR Kongo mengatakan setidaknya 130 orang, termasuk 10 tentara, telah tewas dalam pertempuran itu. Dubes DR Kongo, Ignace Gatamavita, mengatakan ada "pertempuran nerdarah " yang dimulai oleh M23 unit Rwanda yang menentang terhadap pasukan Kongo, FARDC. "Para pemberontak M23 dan sekutu Rwanda mereka diserang, pada jam-jam awal Minggu pagi, dan posisi FARDC yang harus mempertahankan diri untuk mendorong kembali musuh." Gatamavita mengatakan "tindakan provokasi" adalah pelanggaran perdamaian dan perjanjian keamanan yang ditandatangani oleh beberapa negara Afrika, termasuk Rwanda, pada Februari. Kesepakatan itu, di mana para pemimpin berjanji untuk tidak campur tangan dalam urusan tetangga mereka, bertujuan mengakhiri konflik di Kongo timur. The M23, yang ahli PBB mengatakan menerima dukungan dari Rwanda dan Uganda, meluncurkan pemberontakan terhadap pemerintah DR Kongo tahun lalu. Pihak diplomat Rwanda tidak berkomentar langsung mengenai surat itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026