
19 Petugas Pemadam Kebakaran Tewas di Arizona Tengah

Prescott, Arizona, (Antara/Reuters) - Para petugas pemadam kebakaran Selasa untuk pertama kali berhasil memadamkan kebakaran yang melanda hutan Arizona tengah yang menewaskan 19 anggota badan itu akhir pekan lalu, kata para pejabat. Kebakaran itu adalah paling banyak menimbulkan korban jiwa di AS dalam 80 tahun. Kendatipun nyala api tetap berbahaya dan tidak bisa diramalkan , kini telah bisa dikendalikan dan para petugas pemadam kebakaran berhasil mengatasi korban api di sekitar perimeter, delapan persen, kata para pejabat dari tim komando pemadam kebakaran. "Para petugas telah melakukan kemajuan yang baik dalam mengendalikan api... Kami kini merasa optimistik," kata Carrie Dennett, juru bicara Divisi Kehutanan Arizona. "Kami memperoleh kemajuan di lapangan,ini adalah hari yang sangat baik, dan api sebagian besar terhenti 24 jam lalu." kata Jim Whittington, juru bicara komandan insiden itu. Kebakaran, salah satu dari belasan kebakaran hutan yang melanda AS barat, Senin menewaskan 19 petugas pemadam kebakaran di satu kelompok terlatih secara khusus "Granite Mountain Hotshots" sekonyong-konyong mengepung dan api membesar akibat angin dalam beberapa detik. Tragedi itu merupakan korban tewas terbanyak di kalangan petugas pemadam kebakaran atau warga sipil dari satu kebakaran di AS sejak setidaknya 25 orang tewas ketika mengatasi kebakaran Griffith Park di Los Angeles tahun 1933, kata National Interagency Fire Center, yang bermarkas di Boise, Idaho. Anggota ke-20 dari tim itu yang berada sekitar 1,5 km dari para awak lainnya selamat tetapi "sangat bingung" dan menolak berbicara dengan media, kata juru bicara Prescott Fire Departement Wade Ward. Pihak berwenang memperkirakan 50 sampai 200 bangunan, sebagian besar rumah hancur di dan sekitar kota kecil Yarnell, sekitar 130km barat laut Phoenix. Tetapi mereka mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk menentukan angka yang lebih tepat mengenai kerugian properti itu. Dari pesawat pada Senin petang, kehancuran akibat kebakaran yang luas itu dapat terlihat di pinggiran barat Yarnell tetapi pusat kota itu terlihat relatif tidak tersentuh api. Yarnell dan daerah terdekat Peeples Valley, yang dihuni 1.000 jiwa tetap dikosongkan. Juru bicara komando pemadam kebakaran Dennis Godfrey mengemukakan kepada Reuters apa yang disebut kebakaran Yarnell Hills tidak menimbulkan ancaman lagi pada properti di daerah itu. Akan tetapi, kebakaran tetap satu tantangan berat, katanya. Whittington mengatakan angin yang kencang yang sebelumnya menimbulkan kebakaran dan menyebabkan perubahan dalam arahnya mereda Senin malam dan Selasa, menolong sekitar 600 petugas pemadam kebakaran memadamkam api yang akhinya telah membuat beberapa kemajuan. Ia mengatakan para manajer pemadam kebakaran masih khawatir bahwa hujan angin yang disertai guruh yang tampaknya memasuki daerah itu Selasa malam, menimbulkan kemungkinan terjadi kebakaran hutan kembali. Komandan insiden kebakaran Clay Templin mengemukakan kepada penduduk yang terlantar dalam satu pertemuan masyarakat bahwa para pengungsi mungkin tidak akan diizinkan kembali ke rumah-rumah mereka sebelum Sabtu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
