
Wall Street Naik Setelah Data Ekonomi AS Menguat

New York, (Antara/AFP) - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), dibantu olehdata yang menunjukkan lebih banyak kekuatan dan kepercayaan dalam ekonomi AS serta kekhawatiran atas krisis kredit di China berkurang. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 100,75 poin (0,69 persen) menjadi ditutup pada 14.760,31. Indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 14,94 poin (0,95 persen) pada 1.588,03, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 27,13 poin (0,82 persen) menjadi 3.347,89. Sementara imbal hasil obligasi terus terdorong lebih tinggi, investor fokus pada tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi AS menguat. Pesanan baru untuk barang tahan lama naik 3,6 persen pada Mei didukung penjualan pesawat udara, dan harga perumahan bertambah sebesar 2,5 persen dalam satu bulan. Selain itu, indeks kepercayaan konsumen dari lembaga riset swasta Conference Board melonjak menjadi 81,4, naik dari 74,3 pada Mei. Setelah berminggu-minggu dilanda aksi jual meskipun tanda-tanda pertumbuhan lebih kuat, "kita mungkin berada di titik di mana berita baik adalah berita baik," kata Art Hogan dari Lazard Capital Markets. Penjual buku bermasalah Barnes & Noble anjlok 17,1 persen setelah melaporkan rugi fiskal kuartal keempat sebesar 119 juta dolar AS, dibandingkan dengan 57 juta dolar AS tahun sebelumnya. Saham Walgreens merosot 5,9 persen setelah jaringan toko obat itu gagal memenuhi proyeksi pendapatan dan laba dalam kuartal fiskal ketiga. "Penjualan awal dan akhir kami masih belum meningkatkan harapan kami, dan sementara ekonomi tetap menantang, peningkatan lalu lintas pelanggan serta penjualan awal dan akhir merupakan prioritas jangka pendek kami dengan fokus pada harga dan promosi serta memanfaatkan program Balance Rewards kami," kata Greg Wasson presiden dan kepala eksekutif Walgreens. Saham Sprint naik 0,3 persen setelah pemegang saham memberikan persetujuan untuk tawaran pengambilalihan perusahaan Jepang SoftBank. Operator broadband Clearwire, yang sebagian dimiliki oleh Sprint dan juga ditargetkan oleh SoftBank dalam strategi nirkabel AS, naik 0,4persen. Operator kapal pesiar Carnival yang dilanda masalah naik 5,0 persen setelah kepala eksekutif dan ketuanya Micky Arison menyerahkan posisi CEO setelah mendudukinya selama 34 tahun. Harga obligasi terus merosot. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS tenor 10-tahun naik menjadi 2,59 persen dari 2,55 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun meningkat menjadi 3,61 persen dari 3,56 persen. Harga obligasi bergerak terbalik terhadap imbal hasil. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
