Logo Header Antaranews Sumbar

13 Militan Kurdi Tewas Dalam Serangan Pasukan Turki

Selasa, 6 November 2012 06:58 WIB
Image Print

Diyarbakir, Turki, (ANTARA/Reuters) - Pasukan darat Turki yang didukung sejumlah pesawat tempur dan helikopter serang melancarkan operasi tengah malam yang menewaskan 13 militan Kurdi di wilayah tenggara negara itu, kata beberapa sumber keamanan, Senin. Jet-jet tempur membom sasaran Partai Buruh Kurdistan (PKK) di kawasan pegunungan Cudi dan Kato di Sirnak, sebuah provinsi bergolak yang berbatasan dengan Irak dan Suriah. Menurut beberapa sumber keamanan, 13 militan PKK tewas dalam penyerbuan itu. Serangan Minggu tengah malam itu dilakukan beberapa jam setelah sebuah bom mobil yang dipasang terduga militan PKK dengan sasaran kendaraan militer di provinsi berdekatan Hakkari menewaskan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dan mencederai 18 orang lain. Militan PKK meningkatkan serangan terhadap sasaran militer selama beberapa bulan terakhir ini, khususnya di wilayah tenggara Turki. Pada 14 September, empat prajurit Turki tewas dan lima lain cedera dalam serangan gerilyawan Kurdi terhadap konvoi militer mereka di dekat perbatasan dengan Iran dan Irak. Sehari sebelumnya, sejumlah pejabat Turki mengatakan, lebih dari 80 gerilyawan Kurdi tewas dalam ofensif besar-besaran pasukan Turki di dekat perbatasan dengan Iran dan Irak selama sepekan yang melibatkan serangan-serangan udara dan ribuan prajurit angkatan darat. Pada Agustus, 10 orang yang mencakup warga sipil tewas dalam serangan bom mobil yang dituduhkan pada separatis Kurdi di kota wilayah tenggara, Gaziantep, yang menimbulkan amarah nasional. Pemerintah meluncurkan ofensif militer besar-besaran terhadap PKK pada 23 Juli yang menurut mereka menewaskan 115 pemberontak Kurdi. Dalam salah satu insiden tunggal paling mematikan pada Juni, 28 orang tewas dalam pertempuran antara pasukan Turki dan gerilyawan Kurdi setelah serangan anggota PKK terhadap sebuah pos militer di dekat perbatasan Irak. Perundingan antara Turki dan PKK untuk mengakhiri kekerasan menemui jalan buntu dan tahun lalu pertempuran berkobar lagi. Puluhan militan, prajurit dan warga sipil tewas. Ratusan orang juga ditangkap atas tuduhan diam-diam mendukung PKK. Pada April, militan PKK membunuh dua prajurit dan mencederai tiga orang di sepanjang perbatasan Irak. Pada Maret, pasukan keamanan Turki membunuh 15 gerilyawati Kurdi di provinsi Bitlis, Turki tenggara, sementara pemberontak membunuh lima personel pasukan khusus kepolisian di provinsi Sirnak. Pasukan Turki menggencarkan operasi terhadap gerilyawan PKK pada tahun lalu setelah serangan gerilya kelompok itu meningkat. Pada Desember 2011, sekitar 3.000 prajurit yang didukung oleh pesawat dan helikopter serang melancarkan operasi setelah mengidentifikasi kelompok sekitar 30 gerilyawan PKK di Gunung Goresi di perbatasan provinsi-provinsi Elazig dan Diyarbakir di Turki tenggara. Belasan militan tewas dalam bentrokan-bentrokan yang terjadi, kata sejumlah pejabat Turki. Selama November 2011, pasukan Turki juga melancarkan sejumlah serangan udara terhadap sasaran Kurdi di Irak utara, sebagai bagian dari operasi yang terus dilakukan terhadap kelompok gerilya PKK yang berpangkalan di kawasan terpencil itu. Turki, Uni Eropa dan AS menganggap Partai Buruh Kurdistan (PKK) sebagai sebuah organisasi teroris. Militer Turki melancarkan serangan-serangan udara dan operasi darat terbatas ke Irak utara sejak Agustus 2011 menyusul gelombang serangan gerilyawan PKK, setelah macetnya gencatan senjata sebelumnya. PKK melancarkan serangan-serangan dari tempat persembunyian mereka di kawasan pegunungan terpencil Irak sebagai bagian dari perang mereka untuk memperoleh hak dan otonomi lebih besar bagi penduduk Kurdi. Lebih dari 40.000 orang tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984. Para pemimpin Turki pada Oktober 2011 berjanji membalas dengan serangan-serangan udara dan darat setelah PKK melancarkan salah satu serangan paling mematikan dalam konflik itu, yang menewaskan 24 prajurit Turki. Serangan tersebut dilakukan di pos militer di wilayah selatan Turki. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026