
Dahlan Sampaikan Dua Oknum DPR kepada BK

Jakarta, (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan telah menyampaikan dua nama oknum anggota DPR yang melakukan pemerasan terhadap BUMN kepada Badan Kehormatan DPR-RI. "Nama dan peristiwa pemerasan sudah saya sampaikan kepada BK, tindak lanjut atas laporan tersebut saya serahkan kepada BK," kata Dahlan, usai memenuhi panggilan BK DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Senin. Menurut Dahlan, dirinya melaporkan bahwa pemerasan yang dilakukan oknum DPR terjadi pada tiga peristiwa, di mana satu peristiwa satu nama, dan dua peristiwa selanjutnya oleh satu nama. Dahlan menolak menyebutkan secara rinci nama-nama yang diadukan tersebut, termasuk nilai rupiah hasil pemerasan dari oknum yang dimaksud. "Nama, dan asal partai tidak akan saya ungkapkan di sini. Saya serahkan sepenuhnya kepada BK untuk membuka atau tidak nama-nama itu," tegas Dahlan. Ia hanya menjelaskan, BUMN yang menjadi korban pemerasan adalah perusahaan yang mendapatkan suntikan dana dari APBN berupa Penyertaan Modal Negara (PMN). Sebelumnya mantan Direktur Utama PT PLN ini pernah menyebutkan setidaknya mengantongi sekitar 10 nama oknum DPR yang pernah meminta upeti kepada sejumlah BUMN. Namun pada kesempatan itu, mengaku baru bisa melaporkan dua nama dan tiga peristiwa, karena sudah memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. "Untuk selanjutnya, nanti biarkan saja direksi BUMN yang bersangkutan yang melaporkan kepada BK, BPK atau bahkan ke KPK," katanya. Dahlan membantah bahwa dirinyua mendapat intervensi dari BK atas keinginannya melaporkan nama-nama oknum yang dimaksud. "Kalau saya tidak menyebutkan nama di depan anda karena saya tidak ingin terkesan bersihi-bersih rumah tangga orang lain," ujarnya. Ia mengakui yang penting dirinya sudah memenuhi panggilan BK, dan biarkan diselesaikan sesuai dengan mekanisme BK. "Saya bukan aktivis yang tugasnya melaporkan. Saya menteri BUMN yang sebaiknya fokus membenahi kinerja BUMN," ujarnya. Dahlan menyatakan, laporan tersebut juga sekaligus mengklarifikasi adanya SMS gelap yang menyebutkan ada 18 inisial oknum pemeras BUMN. "SMS gelap tersebut jelas tidak datang dari Humas Kementerian BUMN, apalagi dari saya. SMS gelap itu bukan dari kami," ujarnya. Rapat tertutup antara Dahlan dengan BK tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam. Usai rapat Dahlan langsung didaulat memberi keterangan pers, yang diikuti sekitar ratusan wartawan media cetak dan elektronik. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
