Logo Header Antaranews Sumbar

Indonesia Ajak Kerja Sama Asean Produksi Udang

Senin, 10 Juni 2013 16:48 WIB
Image Print
Ilustrasi udang. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Indonesia mengajak kerja sama dengan negara-negara ASEAN lainnya untuk meningkatkan kualitas produksi udang serta bekerja sama dalam menghadapi tingkat perdagangan antarkawasan yang secara global meningkat. "Saat ini, perlu ditingkatkan kerjasama di antara negara anggota ASEAN, khususnya untuk meningkatkan kualitas udang yangdiproduksi melalui penerapan 'Good Aquaculture Practices'/GAP (Praktik Budidaya yang Baik)," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, Senin. Slamet mengingatkan, hampir 50 persen kebutuhan udang dunia saat ini dipenuhi dari beberapa negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand dan Vietnam. Untuk itu, ujar dia, sebagai wilayah yang memegang peranan penting sebagai produsen udang dunia, negara-negara di Asia Tenggara, khususnya yang tergabung dalam ASEAN harus memperkuat kerja samanya. Ia menjelaskan, kerja sama ASEAN bertujuan untuk menjembatani swasta dan pemerintah dalam tukar menukar informasi terkait produksi dan pemasaran udang, menyusun standar produksi udang serta mengadakan dialog dengan para ahli udang. "Hal yang paling penting untuk dibicarakan dan dihasilkan pada pertemuan kali ini adalah terkait proses penerapan GAP pada budi daya udang di negara-negara anggota ASEAN," katanya. Menurut dia, penerapan GAP yang menyeluruh akan menghasilkan udang yang berkualitas dan pada akhirnya akan mengurangi hambatan perdagangan atau ekspor udang ke negara tujuan, sehingga juga akan meningkatkan perekonomian di regional ASEAN. Sebelumnya, Departemen Perdagangan AS pada Rabu (30/5) menetapkan bahwa Indonesia tidak termasuk dalam negara yang dikenakan bea anti-subsidi hingga hampir 63 persen pada udang beku dari pengekspor utama China, India, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Sebagaimana dikutip kantor berita AFP, Departemen Perdagangan AS akan akan menetapkan bea "countervailing" (pengimbang) pada ekspor China sebesar 5,76 persen, hingga 11,32 persen untuk India; hingga 2,09 persen untuk Thailand, hingga 7,05 persen untuk Vietnam, dan hingga 62,74 persen untuk Malaysia. Kelima negara itu mengirim udang beku sebanyak 258,000 ton atau senilai 2,3 miliar dolar AS ke Amerika Serikat pada tahun lalu. Ekspor dari kelima negara itu, saat ini juga menanggung bea anti-dumping dalam berbagai tingkat yang telah dikenakan sejak beberapa tahun lalu. Indonesia dan Ekuador, menurut Departemen Perdagangan AS dua pengekspor utama udang beku lainnya dari hasil budi daya dan penangkapan udang liar, tidak ditemukan menawarkan produsen subsidi yang signifikan, sehingga tidak dikenai bea masuk. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026