Logo Header Antaranews Sumbar

"Indie Clothing Expo" Angkat Tema Bumi "Sakit"

Sabtu, 3 November 2012 08:10 WIB
Image Print

Surabaya, (ANTARA) - Pelaksanaan pameran industri kreatif pakaian "The 4th Indie Clothing Expo/ICE" di Surabaya mengangkat tema "Is it The End" karena ingin menyosialisasikan kepada masyarakat tentang keprihatinan terhadap keadaan bumi yang "sakit" pada tahun 2012. "Tema tersebut kami pilih mengingat planet ini sedang ditimpa banyak bencana," kata Branch Manager PT Dyandra Promosindo Surabaya, Yusuf Karim Ungsi, di Surabaya, Sabtu. Menurut dia, hal tersebut bukan hanya bencana fisik melainkan bencana penjajahan budaya akibat gencarnya globalisasi pada saat ini. Kondisi itu berdampak negatif terhadap kurang diminatinya merek-merek pakaian dalam negeri. "Di sisi lain, anak-anak muda di Tanah Air justru bangga saat mengenakan pakaian maupun kaos produk luar negeri," ujarnya. Ia optimistis dengan tema tersebut maka "The 4Th ICE" ingin membuat sesuatu yang berbeda dan memberi sumbangan khusus bagi industri "clothing" nasional. "Pada agenda 'The 4th ICE', kami menghadirkan lebih dari 70 merek indie 'clothing' ternama yang berasal dari kota besar di Indonesia," katanya. Ia mencontohkan, dari Jakarta diwakili merek "Noinbrand" dan "Thyo Pernik". Dari Bandung ada banyak merek seperti "Cosmic", "Flashy", "Ouval", "Screamous", "God.inc", "Invictus", "Barbel", "Arena", "NLS", "D' Loops", dan "Blankwear". Asal Yogyakarta dan Solo ada berbagai merek misalnya "Starcross", "Pinkle Winkle", "Rown", "Triger", "Slackers", "Equal Unity". "Dari Surabaya, ada 'Garbage', 'Lollypop', dan 'Gaekoentok' sedangkan Malang 'Foryouall', 'insprd27', 'Elevenclown', dan Denpasar ada 'Huck'," katanya. Mengenai angka pengunjung, target dia, kegiatan itu dihadiri oleh 50.000 orang dari berbagai wilayah di Surabaya. Keyakinan tersebut karena setiap tahun jumlah pengunjung acara itu meningkat. "Pada tahun 2009 ada 25.000 pengunjung, tahun 2010 mencapai 45.000 pengunjung, 2011 ada 47.000 pengunjung. Kenaikan itu karena besarnya potensi pasar di Surabaya," katanya. Untuk menarik pengunjung, lanjut dia, pihaknya sebuah area baru disebut "Playground Area" dan Rumah Hantu "Obake House". Di area tersebut masyarakat dapat melihat pemutaran film indie dari beberapa komunitas film di Surabaya. "Ada pula penampilan dari komunitas 'Beatbox' dan 'Shuffle'. Bagi penggemar wisata kuliner, ada 'Food Festive' seperti menu Burger Krawu dan Mie Setan," katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026