
Apindo: Harga Barang Tidak Akan Naik Signifikan

Jakarta, (Antara) - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi menyatakan harga barang tidak akan naik signifikan bila harga bahan bakar minyak bersubsidi jadi dinaikkan. KOndisi itu terjadi karena pengusaha produk lokal akan menjaga harga tetap bisa bersaing dengan produk impor, kata Sofjan saat ditemui usai acara APEC Business Advisory Council (ABAC) di Jakarta, Kamis. "Susah menaikkan harga karena banyak barang impor yang masuk ke Indonesia. Kalau harga dinaikkan, barang impor akan lebih laku," katanya. Bila kenaikan harga BBM dilakukan, pihaknya memperkirakan akan terjadi kenaikan inflasi sebesar 1,7 persen. Sementara untuk harga barang, Sofjan memperkirakan tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan karena kenaikan komponen biaya logistik hanya akan membuat harga barang naik maksimal sekitar lima persen. "Paling naik biaya logistik saja karena kita sudah bayar pakai harga internasional, kenaikan harga barang tidak lebih dari lima persen akibat efek biaya logistik," katanya. Sebelumnya Apindo mendesak pemerintah untuk memberikan kepastian keputusan kenaikan harga BBM bersubsidi."Cepat putuskan terkait kenaikan BBM," kata Sofjan. Dia menyayangkan lambannya pemerintah mengambil keputusan terkait rencana kenaikan harga BBM. Menurut dia, ketidakpastian ini telah menimbulkan banyak spekulasi berkembang. Diantaranya mendorong penimbunan BBM dan sangat mempengaruhi bisnis karena banyak pengusaha menahan barangnya. "Pengusaha menahan barangnya untuk tidak dijual, supaya tidak tiba-tiba rugi. Karena kalau dijual sekarang, akan terganggu cashflow-nya," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
