Logo Header Antaranews Sumbar

Kanselir Angela Merkel Mendadak Kunjungi Pasukan di Afghanistan

Jumat, 10 Mei 2013 17:05 WIB
Image Print

Mazar-I-Sharif, Afghanistan, (Antara/AFP) - Kanselir Jerman Angela Merkel mengadakan kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya ke Afghanistan, untuk memompa semangat sebanyak 4200 pasukannya, Jumat, dimana pasukan asing akan ditarik setelah lebih dari 10 tahun bertugas disana. Perang semakin tidak populer di Jerman, namun Merkel mengatakan pasukan di Provinsi Kunduz telah membuat kemajuan secara politik dan ekonomi dan berkontribusi untuk membuat perubahan. "Kemajuan kadang-kadang sulit didapatkan, kadang-kadang itu lebih lambat daripada apa yang kita inginkan, namun penting bahwa partisipasi pasukan kita tidak tertutup dan sukses," kata dia. Jerman, yang menjadi negara ketiga pengirim pasukan terbanyak ke Afghanistan setelah Amerika Serikat dan Inggris, telah memangkas jumlah pasukan dari lima ribu orang setelah aksi NATO menyusul akhir misi pada tahun depan. Markel tiba di wilayah utara Mazar-i-Sharif dan mengunjungi wilayah Kunduz secara singkat. "Dia disini untuk mendukung pasukan, untuk mendatangi pertemuan dan menunjukkan kepedulian setelah tragedi yang menimpa kita terakhir," kata juru bicara militer kepada AFP, merujuk pada peristiwa Sabtu lalu saat tentara Jerman pertama kalinya tewas di Afghanistan selama dua tahun terakhir. Jerman adalah "bangsa pemimpin" anggota koalisi NATO di sembilan provinsi di utara Afghanistan yang relatif tidak lebih tegang dibandingkan dengan selatan dan timur yang marak dengan aksi pemberontakan. Namun, pasukan khusus Jerman telah tertembak mati saat pemberontak menyerang operasi gabungan Afghanistan dan Jerman di Provinsi Baghlan. Markel mengutuk itu dan menyebutnya sebagai "serangan teroris", Kontributor untuk NATO seperti Jerman sedang menimbang untuk menarik pasukan dari Afghanistan pada akhir 2014 dengan meninggalkan negara itu yang kini sudah diperkuat dengan tentara Afghanistan dan polisi yang kompeten. Bulan lalu, Jerman menawarkan untuk mempertahankan sebanyak 600-800 pasukan di Afghanistan untuk dua tahun dari 2015 guna membantu pelatihan pasukan keamanan yang sedang menghadapi Taliban. Washington, Kamis, mengatakan ppasukan AS akan tetap di Afghanistan setelah 2014 jika dengan permintaan Afghanistan. Hal itu setelah Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyatakan AS dapat mempertahankan sembilan pangkalannya. "AS tidak mengincar pangkalan militer secara permanen di Afghanistan," kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney kepada pers. Jumlah dari sisa pasukan AS masih belum disepakati, dengan jumlah dari 2500 hingga 12 ribu personel, kata pemerintah AS, setelah Washington menurunkan tensi di perang panjang yang dimulai setelah tragedi 9 November 2011. Pasukan ATO kini terdiri dari 10 ribu pasukan, dimana 66 ribunya berasal dari AS. Merkel mengunjungi Afghanistan didampingi Menteri Pertahanan Thomas de Maiziere, kata Juru Bicara pemerintah Jerman tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai agenda kunjungan itu. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026