Logo Header Antaranews Sumbar

Obama Hindari Pengakuan Maduro Sebagai Presiden Venezuela

Sabtu, 4 Mei 2013 19:24 WIB
Image Print
Barack Obama

San Jose, Kosta Rika, (Antara/AFP) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama belum untuk mengatakan apakah negaranya mengakui Nicolas Maduro sebagai pemenang dalam pemilihan umum Presiden Venezuela pekan lalu. Obama dalam sesi wawancara bersama Univision --jaringan berbahasa Spanyol-- mengatakan seluruh kawasan telah melihat bentuk kekerasan, unjuk rasa dan perpecahan pada pihak oposisi setelah pemilu pada 14 April lalu yang dinilai kontroversial. Maduro mengalahkan pemimpin oposisi Henrique Capriles, dengan mendapat keunggulan suara tipis untuk menggantikan pemimpin Hugo Chavez. Namun, Capriles menolak untuk mengakui kekalahan itu dan menuduh banyak kecurangan dalam pemilu. "Saya pikir pandangan kami secara umum menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat Venezuela untuk memilih pemimpinnya melalui pemilu yang terlegitimasi," kata Obama, saat berada di Kosta Rika untuk menghadiri pertemuan dengan pemimpin Amerika Tengah. "Pendekatan kami ke seluruh belahan bumi ini tidak dalam konteks idelogis," katanya. "Hal itu didasarkan pada gagasan dasar prinsip kami mengenai hak asasi manusia dan demokrasi serta kebebasan pers dan berpendapat. Apakah hal itu telah teramati dengan baik? Banyak laporan mengenai belum sepenuhnya hal-hal itu teruji setelah pemilu itu," ujarnya. Ketegangan terjadi sejak pemilu untuk lalu yang ditujukan untuk mencari pengganti legenda pemimpin Hugo Chavez. Pemerintah mengatakan sembilan orang meninggal dalam aksi unjuk rasa pada satu hari setelah pemilu. Pihak oposisi dan anggota parlemen pro pemerintah baku hantam dan bertengkar hebat di Sidang nasional pada Selasa. Masing-masing pihak mengadakan duel pawai buruh pada 1 Mei, Rabu lalu, dimana Maduro menyebut Capriles "anak kecil yang menangis" karena tidak dapat menerima kekalahan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026