
Peru Lacak Truk Pembawa Bahan Kimia Obat Terlarang Melalui Satelit

Lima, (ANTARA/AFP) - Peru, Kamis mulai menggunakan satelit untuk melacak truk-truk yang membawa bahan kimia yang dibeli secara sah namun dapat digunakan untuk membuat kokain. Langkah itu, yang merupakan bagian dari pelaksanaan sejumlah undang-undang baru yang disetujui oleh pemerintahan Presiden Ollanta Humala untuk meningkatkan keamanan, merupakan pukulan besar terhadap perdagangan obat terlarang ilegal, kata Perdana Menteri Juan Jimenez. Kendaraan-kendaran milik perusahaan yang berwenang untuk mengimpor bahan kimia secara sah harus memiliki sistem satelit pelacak GPS dan berjalan sesuai rute-rute yang telah disetujui oleh polisi, kata Jimenez kepada wartawan. Polisi dan para pejabat kantor pajak negara itu akan memantau lokasi pengiriman bahan kimia tersebut, kata Jimenez. Kokain diproduksi dengan merendam daun koka di kolam berisi minyak tanah, bensin dan sejumlah bahan kimia antara lain asam klorida dan amonia. Larutan daun itu kemudian disaring, dihaluskan dan dikristalkan. Sekalipun PBB mengatakan Peru adalah produsen daun koka terbesar kedua di dunia setelah Kolombia, namun negara itu adalah produsen kokain terbesar dunia, berdasarkan data 2011 dari Badan Pengawasan Obat Terlarang (DEA) AS. Koka tumbuh secara eksklusif di lereng timur pegunungan Andes, Amerika Selatan. Pemerintah Peru mengatakan bahwa penyelundup narkotika setempat bekerja sama dengan sisa-sisa dari kelompok Jalan Cemerlang Maois yang meneror negara itu di era 1980-an dan 1990-an. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
