
Agam Butuh Rp100 Miliar Bangun Dermaga Bongkar Muat

Lubukbasung, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat membutuhkan Rp100 miliar untuk membangun dermaga bongkar muat ikan di Pasir Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam Ermanto di Lubukbasung, Sabtu mengatakan, dana sebesar itu digunakan untuk membangun pemecah ombak atau break water, lokasi sandar kapal dan lainnya. "Fasilitas ini harus dibangun agar kapal nelayan bisa terlindung dari gelombang yang dapat merusak kapal dan hal ini telah terjadi dua tahun belakangan yang mengakibatkan puluhan kapal hancur," kata Ermanto. Tambah dia, pihaknya telah mengusulkan pembangunan dermaga kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar. Sedangkan DKP Kabupaten Agam juga menganggarkan dana perencanaan sebesar Rp600 juta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Agam tahun 2013. "Rancangan ini dalam waktu dekat akan ditenderkan," kata Ermanto. Lebih jauh Ermanto mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah fasilitas pendukung dermaga yang telah dibangun lima tahun lalu seperti, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan dan lainnya. "Fasilitas ini telah dimanfaatkan oleh nelayan untuk melakukan transaksi dan membeli kebutuhan melaut," katanya. Nelayan di pesisir Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, kata Ermanto, tercatat sekitar 1.952 orang dan aktif sekitar 1.750 orang dengan produksi ikan mencapai 3.415 ton/tahun dengan hasil tangkap jenis pelagis, udang dan teri. Kecamatan Tanjung Mutiara merupakan satu dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam, memiliki panjang pantai sekitar 43 km dan 27 km per segi terumbuk karang serta 65 hektare hutan mangrove. (**/ari/jno)
Pewarta:
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
