
Kemenpora Targetkan Posisi 30 Besar Olimpiade 2016

Jakarta, (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menargetkan Indonesia dapat berada di posisi 30 besar pada Olimpiade 2016 Rio De Janeiro, Brasil atau meningkat dari posisi 63 di London atau perhelatan sebelumnya di Beijing yang hanya mampu selesai di urutan 42. "Hasil akhir Olimpiade 2012 membangkitkan kita dari tidur panjang. Karena hasil perolehan medali dalam perhelatan itu Indonesia malah mendapat posisi 63," kata Deputi Peningkatan Prestasi Djoko Pekik Irianto di situs resmi Kemenpora, Rabu. Dia menargetkan peringkat Indonesia bisa meningkat lagi di urutan 20 pada Olimpiade 2024, sedangkan di level Asian Games 2023 atlet nasional diharapkan meraih posisi kelima. "Yang terdekat adalah SEA Games 2013 Myanmar agar dapat mempertahankan gelar juara umum yang diraih sebelumnya di Indonesia," kata dia. Djoko mengatakan bahwa pembinaan atlet harus fokus kepada cabang yang diprioritaskan. "Prestasi didapat dari kualitas latihan yang memiliki dasar percepatan pembinaan prestasi, tekad seluruh pihak terkait, bekal optimistis dan asumsi riil." "Jika menilik pemetaan prestasi olahraga, tentu ada target yang ingin dicapai," kata dia. Indonesia mengalami penurunan posisi pada Olimpiade 2012 London. Terlebih lagi tradisi emas yang biasa diraih dari cabang bulu tangkis tidak dapat dipertahankan. Kontingen nasional hanya mampu meraih 1 perak, 1 perunggu, atau sama dengan perolehan Malaysia yang juga berada di posisi 63. Peringkat itu sedikit tertinggal dari Thailand di posisi 57 yang mendapatkan 2 perak, 1 perunggu. Indonesia meraih medali Olimpiade 2012 dari cabang angkat besi nomor 69 kilogram putra yang diperoleh Triyanto dan 62 kg putra melalui Eko Yuli Irawan. "Multiajang olahraga internasional harus mengedepankan sistem dukungan seperti sistem pembinaan yang berkelanjutan, dukungan khusus pada cabang prioritas, dukungan dana yang memadai dan sinergi semua pihak," kata dia. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
