Logo Header Antaranews Sumbar

Obama, Romney Bersiap Hadapi Debat Capres Putaran Terakhir

Senin, 22 Oktober 2012 10:46 WIB
Image Print

Boca Raton, Florida, (ANTARA/AFP) - Presiden Barack Obama dan saingannya dalam pemilihan presiden tahun 2012, Mitt Romney, berpacu melakukan persiapan untuk putaran terakhir debat calon presiden, Senin (22/10), dengan berupaya saling mencari celah kesalahan di pihak masing-masing dalam hal kebijakan luar negeri. Dengan hanya dua pekan lagi menuju hari pemungutan suara tanggal 6 November terhadap warga Amerika Serikat, kedua kandidat itu akan masuk ke permasalahan utama menyangkut hubungan internasional serta isu panas internasional terbaru seperti soal Iran dan Libya. Namun, keduanya sadar bahwa masalah-masalah dalam negeri tetap bisa menjadi tekanan dalam memperebutkan suara di negara-negara bagian yang belum menjadi wilayah dominan kekuatan dukungan dari para pemilih. Direktur kebijakan luar negeri kubu Romney, Alex Wong, mengatakan kepada AFP bahwa kebijakan luar negara merupakan isu penting dan akan membantu para calon pemilih untuk membedakan antara Romney dan Obama. Tapi pada saat yang sama, ujar Wong, semua orang tahu bahwa masalah lapangan kerja dan perekonomian pada pemilihan kali ini akan menjadi isu utama. Wong mengatakan hal itu di Boca Raton, Florida, tempat acara debat direncanakan berlangsung dan wilayah tempat Romney menghabiskan akhir pekan dengan berlatih debat dengan para pembantu utamanya. Obama sendiri mengasingkan diri dengan tim persiapan debatnya di Camp David, yaitu tempat peristirahatan presiden di Pegunungan Catoctin di Maryland. Persaingan menuju kursi kepresidenan berjalan dengan ketat, demikian menurut hasil sejumlah jajak pendapat. Walikota Chicago, Rahm Emanuel --yang juga mantan kepala staf Obama-- mengatakan bahwa persaingan telah memanas di sejumlah "swing states", yaitu negara-negara bagian yang belum didominasi oleh satu partaipun. "Semua orang tahu persaingan ini berjalan ketat dan akan makin ketat di beberapa negara bagian. Menurut saya, itulah yang kita lihat saat ini," kata Emmanuel saat wawacara pada program "This Week" di stasiun televisi ABC. Florida, Ohio dan Virginia adalah "swing states" yang penting dan kedua kandidat berencana akan berkeliling ke tiga negara bagian itu pada hari-hari mendatang. Obama pada tahun 2008 menang di ketiga negara bagian tersebut, namun pada persaingan tahun ini Florida lebih mengarah ke Romney, Ohio ke Obama sementara Virginia menunjukkan posisi kecenderungan yang seimbang terhadap Romney dan Obama, menurut jajak yang dilakukan oleh RealClearPolitics. Acara debat calon presiden hari Senin akan memberikan kesempatan kepada Obama dan Romney berbicara mengenai masalah-masalah internasional yang muncul dalam beberapa minggu terakhir ini, terutama soal serangan ke konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya. Serangan yang terjadi pada tanggal 11 September 2012 itu menewaskan Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens, dan tiga warga AS lainnya. Pihak Partai Republik telah mencatat adanya perubahan perhitungan oleh pemerintah AS tentang apa yang terjadi soal serangan Benghazi. Mereka kesalahan kepada Presiden Obama karena dianggap gagal menyikapi keadaan keamanan yang memburuk dan menyesatkan warga Amerika. Masalah Iran juga akan menjadi agenda utama, terutama setelah munculnya laporan New York Times pada hari Sabtu dengan mengutip para pejabat AS yang mengatakan bahwa Iran siap melakukan pembicaraan dengan Washington tentang program nuklirnya. Laporan itu sendiri dibantah oleh Gedung Putih serta Iran. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026