Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Padang Segera Bangun Pangkalan Angkot IWAPI

Senin, 13 Februari 2017 18:30 WIB
Image Print
(ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat akan segera membangun pangkalan angkutan kota (angkot) di kawasan Kompleks Iwapi daerah itu setelah direncanakan selama lima tahun terakhir.

"Saat ini dalam proses persiapan admistrasi serta pembebasan lahan," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal di Padang, Senin.

Ia menyebutkan pemerintah setempat saat ini sedang mengusahakan pembebasan kios-kios yang menghabiskan anggaran sekitar Rp5,9 miliar dan hal itu telah sesuai dengan perjanjian tahap dua dengan para pedagang dan pihak pengembang Sentral Pasar Raya (SPR).

Setelah pembebasan kios tercapai, akan dilanjutkan dengan tahap administrasi, berbagai perizinan dan sebagainya.

Ia mengatakan pihaknya juga akan melaksanakan musyawarah dengan para pedagang terkait pembangunan pangkalan angkot di kawasan itu secepatnya.

"Kami akan segera berdiskusi dengan pedagang setempat sehingga realisasi pembangunan dapat terlaksana secepatnya," katanya.

Kawasan Kompleks Iwapi yang akan dijadikan pangkalan angkot itu terdiri dari Blok A, B, C dan D dan pembagunan tahap awal direncanakan terlaksana sebelum bulan Ramadhan, ujarnya.

Secara umum, ia mengatakan pangkalan angkot Iwapi itu rencananya akan menampung angkot-angkot dengan trayek Tabing, Lubukbuaya, Kuranji dan sekitarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kotaa Padang, Hendrizal Azhar mengatakan jika pembebasan lahan telah terlaksana, maka akan dilanjutkan dengan penganggaran dan pembangunan secepatnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Padang, Erisman mengatakan dalam pembangunan pangkalan angkot hendaklah ada perencanaan yang matang sehingga ke depannya dapat dikelola maksimal.

Ia mengatakan sebelumnya pemerintah setempat telah membangun pangkalan angkot di samping Balaikota lama untuk beberapa trayek angkot namun hingga saat ini tidak digunakan maksimal, baik oleh pengemudi maupun penumpang.

"Pemerintah harus membenahi yang sudah ada, dan untuk yang akan dibangun harus direncanakan secara matang, jangan sampai tidak terealisasi maksimal pula," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026