Logo Header Antaranews Sumbar

Unand Dapat Tambahan Kuota Beasiswa Bidik Misi

Minggu, 28 Agustus 2016 10:16 WIB
Image Print
Unand (())

Padang, (Antara Sumbar) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat mendapat tambahan kuota beasiswa Bidik Misi untuk 500 mahasiswa dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Jumlah ini masih kurang dari penetapan kuota Bidik Misi Unand yang berjumlah 1.500 orang," kata Wakil Rektor II Unand Prof Asdi Agustar di Padang, Minggu.

Dia menjelaskan persoalan ini menjadi dilema bagi Unand karena Bidik Misi telah ditentukan semenjak penerimaan awal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Sehingga saat pengumuman tentunya telah tercantum jumlah dan nama mahasiswa penerima.

Akan tetapi adanya pembatasan kuota yang hanya 500 orang memaksa kampus melakukan seleksi.

"Seleksi ini menganalisis mahasiswa yang benar berhak mendapat Bidik Misi dan tidak," kata dia.

Pada fakta di lapangan sebutnya, mahasiswa yang tercantum beasiswa tersebut memang telah memenuhi persyaratan.

Namun pembatasan kuota ini memaksa kampus mengambil kebijakan sebagian dipindahkan pada uang kuliah tunggal dengan nilai terkecil bergantung fakultas masing-masing.

Saat ini dengan penambahan kuota menjadi 1.000 , masih perlu dicarikan solusi untuk sisanya tersebut," tambahnya.

Meski telah diseleksi melalui uang kuliah tunggal tersebut, sejauh ini pihaknya masih mempertimbangkan solusi alternatif lainnya.

"Kami berharap kuota Bidik Misi di Unand terpenuhi karena banyak yang berprestasi namun masih lemah secara ekonomi," ujarnya.

Menurutnya, pembatasan kuota Bidik Misi tersebut harus disesuaikan dengan keadaan dan rata rata ekonomi masyarakat daerah.

Sebab sesuai tujuannya Bidik Misi untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan sumber daya berprestasi dari kaum ekonomi lemah.

Sementara itu salah satu mahasiswa Pascasarjana Unand Riyani menilai beasiswa bidik misi belumlah mewakili seluruh daerah dengan ekonomi lemah.

Bahkan kata dia, beberapa daerah dengan tingkat ekonomi menengah juga mendapatkannya.

"Hal ini perlu jadi perhatian pemerintah," ujarnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026