
40 KK Sasak Pasaman Barat Terancam Abrasi
Kamis, 25 Agustus 2016 22:11 WIB

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Sekitar 40 kepala keluarga (KK) di Sasak Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), terancam dihantam abrasi di sepanjang pantai Sasak akibat cuaca ekstrim satu minggu terakhir.
"Hingga saat ini ada sekitar 10 rumah yang rusak berat akibat abrasi. Jika tidak ada solusi maka puluhan rumah akan tenggelam dihantam abrasi," kata Wali Nagari Sasak, Arman di Simpang Empat, Kamis.
Ia menambahkan akibat abrasi yang terus terjadi membuat warga disepanjang pantai itu dihantui trauma.
Saat ini, katanya sudah ada sekitar 10 kepala keluarga yang mengungsi karena rumahnya mengalami rusak berat.
"Kebanyakan mereka mengungsi ke rumah sanak familynya karena rumah mereka tidak layak huni," ujarnya.
Ia mengharapkan kepada Pemkab Pasaman Barat agar bisa mencarikan solusinya agar masyarakat terhindar dari abrasi.
"Memang ada kewenangan provinsi dalam hal ini. Kami berharap melalui Pemkab Pasaman Barat bisa mendesak provinsi agar mengatasi masalah ini," harapnya.
Menanggapi bencana abrasi di Pantai Sasak itu, Bupati Pasaman Barat, Syahiran mengatakan pihaknya melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyurati pihak provinsi karena kewenangannya ada di provinsi.
"Tentu kami hanya bisa mendesak provinsi agar dilakukan normalisasi sungai yang ada di Sasak serta menambah grib penahan ombak karena biayanya sangat besar,"sebutnya.
Ia mengharapkan kepada pihak provinsi segera turun kelapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.
"Jika ini terus dibiarkan maka rumah masyarakat yang tinggal di tepi pantai akan terancam tenggelam," sebutnya.
Kepada masyarakat juga diingatkan agar tetap waspada karena saat ini cuaca ekstrim dan ombak tinggi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Sumbar menilai abrasi Pantai Sasak bisa diatasi dengan normalisasi Sungai Batang Ampu dan pengerukan muaranya.
"Normalisasi dan pengerukan harus segera dilakukan. Jika tidak abrasi bisa merobohkan rumah warga yang ada di sepanjang Pantai Sasak," kata Kepala Bidang Tanggap Bencana BPBD Pasaman Barat, Roni Eka Putra.
Ia mengatakan solusi mengatasi persoalan abrasi itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkab Pasaman Barat. Sebab, kewenangannya juga ada di provinsi dan pemerintah pusat.
"Kami mengharapkan BNPB pusat, BPDAS wilayah sungai Agam Kuantan dan Kepala Wilayah Sungai Sumatera di Padang harus mencarikan solusinya dengan cepat," harapnya. (*)
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
