
Presiden Dijadwalkan Kunjungi Liberia dan Mesir

Jakarta, (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di kawasan Afrika. Staf Khusus Presiden bidang hubungan Internasional Teuku Faizasyah dalam keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, menjelaskan Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan delegasi dijadwalkan mengunjungi Liberia, Nigeria, Arab Saudi dan Mesir. Rangkaian kunjungan Presiden RI akan diawali dengan kunjungan ke Monrovia, Liberia, dalam rangka pertemuan High Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development Agenda. Pertemuan ini merupakan yang ketiga setelah pertemuan terdahulu, masing-masing di New York, Amerika Serikat, tanggal 25 September 2012 lalu dan di London, Inggris, tanggal 1 November 2012. Di samping itu, Presiden RI juga akan melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, disertai delegasi masing-masing, untuk membahas peningkatan kerja sama bilateral Indonesia-Liberia di berbagai bidang, utamanya perdagangan, investasi, serta kerja sama teknis. Setelah itu, Presiden RI akan bertolak menuju Abuja, Nigeria, untuk melangsungkan kunjungan kenegaraan. Di Abuja, Presiden RI dijadwalkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Nigeria Goodluck Ebele Jonathan, didampingi oleh delegasi masing-masing. Pertemuan bilateral akan membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, utamanya kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, politik dan keamanan, serta sosial-budaya. Seusai kegiatan di Nigeria, Presiden RI akan melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Jeddah, Arab Saudi. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Presiden RI akan menghadiri dan menyampaikan sambutan pada forum temu bisnis antara para pelaku ekonomi Indonesia dan Arab Saudi. Memanfaatkan keberadaan di Arab Saudi, Presiden RI dan Ibu Negara juga akan menyempatkan diri untuk melaksanakan ibadah umrah di Mekkah. Bagian terakhir dari rangkaian kunjungan ialah kunjungan kerja ke Kairo, Mesir, dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) ke-12. KTT OKI kali ini mengusung tema "The Muslim World: New Challenges and Expanding Opportunities". Adapun isu-isu yang akan dibahas dalam KTT tersebut meliputi upaya pengembangan kerja sama ekonomi, sosial-budaya, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi di antara negara-negara anggota OKI. Selain itu akan pula dibahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama negara-negara anggota OKI, seperti masalah Palestina dan upaya penyelesaian konflik di beberapa negara Muslim. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan direncanakan akan tiba kembali ke tanah air pada tanggal 7 Februari 2013. "Rangkaian perjalanan Presiden RI ke negara-negara Afrika dan Timur Tengah ini merupakan perpaduan dari upaya pencapaian agenda diplomasi Indonesia dalam kerangka bilateral dan multilateral," kata Faizasyah. Ia mengatakan Presiden RI akan memanfaatkan kesempatan pertemuan bilateral dengan Presiden Liberia di Monrovia, dan Presiden Nigeria di Abuja, serta pertemuan bisnis di Abuja dan Jeddah untuk mendorong peningkatan capaian ekonomi Indonesia dengan masing-masing negara. "Selain itu, tentunya akan pula dibahas pengembangan kerja sama bilateral di berbagai bidang lainnya. Kehadiran Presiden RI di Monrovia dalam kapasitasnya sebagai salah satu dari tiga ketua bersama High Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development Agenda, adalah untuk memastikan pembahasan dan penyusunan agenda pembangunan pasca 2015 berjalan sesuai harapan yang ditetapkan," paparnya. Ditambahkannya, "Adapun target yang ingin dicapai agenda tersebut adalah pengentasan kemiskinan, antara lain melalui pencapaian sustainable growth with equity." Sementara itu, kehadiran Presiden RI pada KTT OKI di Mesir merupakan perwujudan komitmen Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia bagi pemajuan kerja sama antara negara-negara anggota OKI. KTT OKI sebelumnya dilaksanakan di Dakar, Senegal pada tahun 2008. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
