Logo Header Antaranews Sumbar

Badan Pengambil Keputusan ANC Bahas Skandal Gupta

Minggu, 20 Maret 2016 11:58 WIB
Image Print

Pretoria, 20/3 (Antara/Xinhua-OANA) - Badan pengambil keputusan Kongres Nasional Afrika (ANC), Komite Eksekutif Nasional (NEC), bertemu di Pretoria, Afrika Selatan, Sabtu (19/3), guna mengkaji kebijakannya.

Partai yang berkuasa di Afrika Selatan tersebut dihantui skandal yang berkaitan dengan campur tangan keluarga India, Gupta, dalam urusan negara.

NEC, sebagai bagian dari pembahasan politik menyeluruhnya, akan membahas masalah keluarga Gupta guna menegaskan kembali wewenang organisasi itu dan memulihkan kepercayaan rakyat negeri tersebut, kata ANC sebelum pertemuan itu.

namun Sekretaris Jenderal ANC Gwede Mantashe mengatakan perekonomian dan pemilihan pemerintah lokal diperkirakan menjadi inti pertemuan dan dugaan pengaruh keluarga Gupta takkian masuk dalam agenda sekalipun akan dibahas jika masalah tersebut muncul dari peserta pertemuan.

Satu kelompok pemrotes bertemu di luar tempat pertemuan, guna menuntut ANC melakukan tindakan terhadap keluarga Gupta atau akan kehilangan legitimasinya, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.

Pada awal pekan ini, mantan ketua Komite Portofolio Parlemen Urusan Perusahaan Publik Vytjie Mentor secara terbuka mengungkapkan wanita itu ditawarkan jabatan menteri Perusahaan Publik oleh keluarga Gupta dengan syarat ia "mencabut ruter penerbangan SAA (South African Airways) ke India dan memberikannya kepada mereka".

Mentor juga menuduh Presiden Jacob Zuma berada di gedung milik Guptas Saxonwold di Johannesburg pada saat itu. Zuma dikatakan berada di ruang sebelah tempat pertemuan Mentor dengan keluarga Gupta.

Pernyataan Mentor telah membuat beberapa anggota ANC berbicara mengenai kontak serupa dengan keluarga Gupta, termasuk oleh Wakil Menteri Keuangan Mcebisi Jonas, Menteri Administrasi dan Layanan Umum Ngoako Ramathlogi dan mantan menteri perusahaan publik Barbara Hogan.

Saat ANC bertemu, kelompok oposisi Aliansi Demokratik (DA) menyatakan NEC mesti melakukan tindakan terhormat selama pertemuannya dengan mencopot Zuma dari posisinya dalam waktu dekat.

"Jadi jelas bahwa ANC tidak lagi tertarik pada rakyat Afrika Selatan. Presiden mereka telah dipergoki di kediaman Gupta, dan ia pada gilirannya telah menyandera negara. Afrika Selatan bukan lagi milik semua orang yang hidup di dalamnya --tapi negara tersebut kini milik kelompok tertentu orang yang memiliki hubungan politik," kata DA.

Keluarga Gupta dilaporkan mempertahankan hubungan erat dengan Zuma dan memiliki proyek usaha besar di Afrika Selatan.

Di dalam wawancara dengan stasiun televisi eNCA pada Januari, Zuma mengatakan ia tidak terganggu oleh persepsi masyarakat mengenai hubungannya dengan keluarga Gupta.

"Apakah anda tahu keluarga Gupta telah menjadi teman semua presiden negeri ini? Saya bukan yang pertama," kata Zuma.

Ia mengatakan semua kecaman mengenai hubungannya dengan keluarga kaya tersebut berlatar belakang politik.*



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026