
Warga Pesisir Selatan Beraktivitas Seperti Biasa Pascagempa
Kamis, 3 Maret 2016 15:50 WIB

Painan, (AntaraSumbar) - Warga Kabupaten Pesisir Selatan terus beraktivitas seperti biasa pada Kamis, pascagempa 7,8 skala richkter (SR) yang mengguncang daerah itu pada Rabu (2/3) malam.
"Aktifitas masyarakat kabupaten ini tetap berjalan normal. Tidak terkecuali nelayan, aparatur sipil negara (ASN), petani dan sebagainya terus bekerja seperti hari-hari biasa lainnya, " kata Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar.
Meski demikian, pemerintah kabupaten (pemkab) setempat mengimbau warga agar tetap waspada terhadap berbagai ancaman bencana seperti gempa, tsunami dan sebagainya. Jika terjadi gempa, warga diminta tidak panik dan dapat mengambil langkah-langkah yang baik untuk penyelamatan.
Kabupaten itu merupakan daerah rawan semua bencana alam, tidak saja gempa dan tsunami, tetapi juga bencana alam lainnya. Seperti pada musim hujan, daerah itu rawan akan banjir, tanah longsor dan sebagainya karena berada di pinggir pantai dan bukit.
Menurutnya, sesaat sesudah terjadi gempa pada Rabu malam, sebagian warga memang sempat mengungsikan diri ketempat yang lebih tinggi, namun ada juga yang bertahan di rumah masing-masing.
Tidak beberapa lama, atau sekitar satu jam berada di tempat ketinggian, mereka (warga) telah kembali ke rumah masing-masing. Sehingga tidak lagi ada dipengungsian hingga kini.
"Warga yang pergi ke tempat ketinggian dan shelter terutama yang bermukim di pinggir pantai. Di Kota Painan misalnya, sebagian warga mengungsi ke beberapa lokasi yakni Shelter Rawang, Bukit PDAM, Bukit Putus, Bukit Langkisau, Bukit Biawak, Perumnas Painan Timur dan sejumlah perkantoran bertingkat, " katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Pri Nurdin mengatakan sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat gempa 7,8 SR yang berpusat di Mentawai tersebut.
"Sesuai laporan, ada satu unit rumah di Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, kabupaten setempat yang mengalami kerusakan. Saat ini kita tengah menelusuri ke alamat terkait tentang kerusakan itu," ujarnya.
Guncangan gempa Mentawai pada Rabu malam terasa cukup kuat dan lama, diseluruh kabupaten itu. Akibatnya sebagian warga panik dan langsung menyelamatkan diri ke tempat-tempat ketinggian dan shelter.
Terkait tempat penampungan warga untuk penyelamatan dari bencana tsunami jika terjadi di daerah itu, Pesisir Selatan masih membutuhkan penambahan di 13 dari 15 kecamatan yang dimiliki kabupaten itu.
Kecamatan itu seperti Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Lunang, Silaut, Airpura dan Pancung Soal dan Basa Ampek Balai Tapan.
Sebagian kecil wilayah di kecamatan-kecamatan tersebut memang jauh dari ancaman tsunami, namun warga yang tinggal di zona merah (paling rawan) tsunami berjumlah sekitar 212 ribu jiwa dari 521 ribu jiwa atau 99.978 kepala keluarga, total penduduk kabupaten itu saat ini. (*)
Pewarta: Junisman
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
