
Warga Agam Mencari Lokasi Tinggi Pascagempa
Rabu, 2 Maret 2016 22:14 WIB

Lubuk Basung, (AntaraSumbar) - Ribuan warga Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, mencari daerah yang lebih aman setelah gempa bumi melanda Kepulauan Mentawai dengan kekuatan 7,8 skala richter, Rabu, sekitar pukul 19:49 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat Bambang Warsito di Lubuk Basung, Rabu mengatakan, saat ini masyarakat yang berada di Nagari Tiku Utara, Tiku Selatan dan Tiku Lima Jorong, mengungsi ke daerah dataran tinggi di daerah itu dengan jarak sekitar lima sampai 10 kilometer.
"Ini informasi yang saya peroleh dari wali jorong yang ada di tiga nagari tersebut," ujarnya.
Saat ini, warga masih bertahan di lokasi lebih aman dan ada sebagian mereka yang sudah kembali ke rumah mereka.
Ia menambahkan, ribuan warga ini mengungsi setelah sembilan unit sirene tsunami yang terpasang di sepanjang bibir pantai di daerah itu dibunyikan, setelah gempa kekuatan 7,8 SR dengan lokasi gempa terjad 5.16 LS, 94.05 BT atau 682 Km barat Daya Kepulauan Mentawai, dengan kedalaman 10 kilometer.
"Sirine ini kami bunyikan setempat koordinasi dengan BPBD Provinsi Sumbar," katanya.
Beberapa menit, sirine tersebut dimatikan setelah potensi tsunami dicabut oleh BMKG.
BPBD, katanya, juga mengerahkan tim untuk memantau kondisi air di Pantai Tiku dan melakukan pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi.
"Kami belum menerima laporan kerusakan rumah akibat gempa bumi ini," sebutnya.
Ia menambahkan, jumlah warga yang tinggal di daerah rawan tsunami sebanyak 21.000 orang. Mereka ini tersebar di Kecamatan Tanjung Mutiara.
Salah seorang warga Tiku, Anasrul, mengatakan, ia mengungsi ke daerah ketinggian setelah sirine tsunami di daerah itu berbunyi.
"Warga berhamburan keluar setelah sirine tersebut berbunyi untuk menyelamatkan diri dari tsunami," tambahnya. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
