
Agam Libatkan 3.265 Kader Pemberian Vaksin Polio
Jumat, 29 Januari 2016 17:20 WIB

Lubuk Basung, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melibatkan sebanyak 3.265 kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) untuk menyukseskan pemberian vaksin polio dan vitamin A kepada balita dan anak-anak di daerah itu.
Kepala Dinas Kesehatan setempat, Indra di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan ke 3.265 kader ini tersebar pada 850 unit Posyandu yang ada di 16 kecamatan di kabupaten itu.
"Mereka akan menjadi garda terdepan dalam pemberian vaksin polio dan vitamin A nantinya," katanya.
Para kader posyandu ini, katanya, secara aktif akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat secara langsung.
Mereka juga akan mendatangi masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah guna memberikan penyuluhan kesehatan.
Dengan cara ini ia berharap pemberian vaksin polio dan vitamin A ini berjalan dengan baik dan sukses nantinya.
"Pemberian vaksin polio ini akan dilakukan pada Maret 2016 dan pemberian vitamin A pada Februari dan Agustus 2016," katanya.
Pemberian vaksin polio bertujuan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit, karena mereka rentan dari penyakit yang bisa menyebabkan kesakitan, kecacatan, ataupun kematian.
Sementara pemberian vitamin A bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak serta mencegah kebutaan.
Untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya mengharapkan adanya partisipasi aktif dari kaum ibu dengan membawa buah hatinya ke posyandu terdekat.
"Kami mengimbau kepada kaum ibu untuk membawa balitanya ke posyandu terdekat," tambahnya.
Salah seorang warga Lubuk Basung Sulastri (31) mengatakan, ia akan membawa balitanya ke Posyandu untuk pemberian vaksin polio dan vitamin A, karena ini bermanfaat untuk pertumbuhan dan terhindar dari berbagai penyakit.
"Saya akan membawa balita yang saat ini baru berusia satu tahun untuk mendapatkan vaksin polio dan vitamin A," katanya.
Selama ini tambahnya, ia rutin membawa balitanya ke Posyandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
