
PJ Bupati Pasaman Inspeksi Gedung Logistik KPU
Selasa, 1 Desember 2015 13:29 WIB

Lubuk Sikaping, (Antara) - Penjabat Bupati Pasaman, Sumatera Barat, Syofyan melakukan inspeksi mendadak ke gudang logistik Komisi Pemilihan Umum setempat, Selasa dan mengetahui kerusakan serta kekurangan logistik Pilkada serentak.
"Saat sidak saya menemukan laporan sejumlah kekurangan serta kerusakan logistik pilkada 9 Desember 2015, adanya kerusakan surat suara pemilihan bupati, wakil bupati Pasaman mencapai 15.212 lembar serta gembok dan kunci berkarat," katanya di Lubuk Sikaping, Selasa.
Pj Bupati meminta prioritaskan pengamanan agar benar-benar dilakukan pengamanan dengan baik, harus pasti, dan jangan nanti pihak ketiga (PT Pos) hanya untuk mengejar kontrak saja.
KPU juga mengingatkan PT POS Indonesia agar mengedepankan segi keamanan demi mencegah sesuatu hal terjadi disaat pendistribusian logistik dan surat suara pemilu berlangsung.
"Mereka (PT Pos) harus diingatkan masalah keamanan. Pendistribusian tetap diawasi pihak KPU dan Panwaslu serta melibatkan unsur kepolisian. Ini rawan, harus ada langkah antisipatif sedini mungkin," tutur Syofyan.
Segala kekurangan logistik termasuk surat suara, kata Syofyan, harus segera dipenuhi agar tidak terjadi penundaan pilkada di daerah dengan jumlah pemilih sebanyak 186.760 jiwa DPT dan 387 DPTb-1.
"Apa saja yang mengalami kendala laporkan segera. Termasuk kerusakan segera ditambah, jangan sampai itu jadi permasalahan dalam pelaksanaan pemilukada yang tinggal menghitung hari lagi," jelasnya.
Terkait sejumlah gembok dan kunci kotak suara berkarat serta kerusakan surat suara sebanyak 15.212 harus secepatnya diganti. Menurut Syofyan, Jangan sampai itu jadi permasalahan kemudian hari dalam pelaksanaan pilkada yang sudah berjalan cukup baik.
"Jangan sampai kotak suara itu dirusak petugas di TPS, gegara kunci berkarat tadi. KPU, harus memastikan kembali seluruh kunci dan gembok kotak suara dalam kondisi baik," jelasnya.
Selaku Penjabat bupati di Pasaman, ia berkewajiban memastikan pilkada berjalan dengan baik, aman, damai, transparan, berintegritas dan tanpa cela. Selain itu, ia juga mengingatkan agar penyelenggara pemilu bersikap netral.
"Tugas saya sebagai Pj bupati disini, menyelenggarakan pemerintahan, memfasilitasi pelaksanaan pilkada kemudian menjaga netralitas pegawai negeri sipil. Juga memastikan koordinasi KPU, pemda, Panwaslu dan kepolisian berjalan," katanya.
Ia mengatakan, jika pihak KPU menemui kesulitan harap segera melaporkan hal itu kepada pemerintah daerah. Ia juga mengingatkan agar pengelolaan dana pilkada di KPU setempat dikelola dengan baik dan transparan.
"Jika ada kesulitan, apa kira-kira kesulitan itu. Apabila perlu, kesulitan itu kita rapatkan dengan forkompimda untuk penyelesaian secepatnya. Tapi ternyata, setelah ditanya pak Ketua KPU jawab sejauh ini tidak ada. Yah, kita syukuri itu," katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Jajang Fadli, mengatakan, kekurangan surat suara pemilihan bupati dan wakil bupati Pasaman sudah dilaporkan ke percetakan di Jakarta untuk dilakukan pencetakan ulang sebanyak jumlah kerusakan.
"Kekurangan surat suara sebanyak 15.212 lembar itu sudah tiba di BIM Padang, hari ini (Selasa,red) dikirim oleh percetakan.
Penjemputan dilakukan pihak KPU dikawal oleh kepolisian. Panwaslu juga sudah diberitahu akan hal ini," kata Jajang. (*)
Pewarta: Eko Fajri
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
