
Disperindagkopnaker Sawahlunto Gelar Bimtek Pembentukan Koperasi
Kamis, 5 November 2015 21:34 WIB

Sawahlunto, (AntaraSumbar) - Dinas Pertambangan Industri Perdagangan Koperasi dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Kota Sawahlunto menggelar bimbingan teknis tentang pembentukan koperasi yang diikuti oleh utusan organisasi masyarakat, Kamis.
Wali Kota setempat, Ali Yusuf di Sawahlunto, Kamis mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pihaknya dalam menumbuhkan minat masyarakat untuk mendirikan koperasi, sebagai tempat mereka berhimpun dalam usaha membangun kekuatan ekonomi mikro di kota itu.
"Pemerintah Kota Sawahlunto akan terus mendorong pertumbuhan koperasi karena dinilai mampu berperan sebagai soko guru perekonomian Indonesia," kata dia.
Hal itu, lanjutnya, terbukti saat krisis ekonomi cukup parah yang melanda Indonesia dalam kurun waktu 1997 hingga 1999 yang berimbas pada tumbangnya kekuatan perusahaan besar dan menyisakan koperasi sebagai kelompok ekonomi mikro yang sanggup bertahan bahkan dalam berbagai krisis ekonomi yang melanda hingga saat ini.
Pendirian koperasi, lanjutnya, akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat karena hasil usaha yang dihasilkan koperasi akan kembali ke setiap anggota yang tergabung dalam koperasi itu sendiri.
"Koperasi itu dirikan dan dikembangkan untuk tujuan mendapatkan hasil yang akan dirasakan oleh anggotanya, berbeda dengan usaha perekonomian lainnya yang mana sebagian besar keuntungannya hanya berimbas kepada pemilik modal saja dan tidak memiliki efek besar bagi masyarakat," kata dia.
Terkait prestasi yang dicapai selama ini di bidang koperasi, jelasnya, masyarakat Sawahlunto telah mampu membuktikan semangat bersama pemerintah setempat dalam mengembangkan pertumbuhan koperasi yang ditandai dengan penghargaan sebagai Kota Penggerak Koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia pada tahun 2014.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, harus diikuti dengan upaya nyata dalam memgembangkan koperasi yang ada sehingga memiliki manajemen tata kelola yang baik disamping kekuatan permodalan bagi seluruh anggotanya dalam mengembangkan usaha serta kesejahteraan mereka.
"Sehingga upaya mewujudkan koperasi sebagai kekuatan ekonomi mikro di kota ini bisa dijalankan setahap demi setahap dan akan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Sawahlunto dengan lembaga koperasi sebagai stimulan perekonomiannya," kata dia.
Sementara itu, salah seorang utusan kelompok yasinan dari Desa Kumbayau Kecamatan Talawi, H Komaruddin(61) mengatakan, secara umum mereka sangat tertarik dengan kegiatan ini karena sifat koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota sendiri.
Menurutnya, kelompok yasinan juga telah memiliki koperasi dengan keanggotaan yang jumlahnya sudah mencapai puluhan orang. Sehingga, kelompok yasinan tidak hanya bergerak pada pelaksana ibadah, namun anggota kelompok yasinan juga bisa mengembangkan usaha.
"Ibadah terlaksana dan usaha tetap jalan terus," ujar dia.
Kegiatan bimtek semi formal yang berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota setempat tersebut membahas tentang tata cara pendirian koperasi, pembentukan badan usaha koperasi, sumber permodalan, penatakelolaan koperasi, serta proses awal hingga terbentuknya koperasi secara utuh.
Bimtek yang berlangsung selama tiga jam penuh tersebut, cukup mendapat perhatian dari para utusan organisasi dan perkumpulan masyarakat, yang terdiri dari 102 kepala dusun, 113 kelompok yasinan dan 14 rukun tetangga. (cpw7)
Pewarta: Rully Firmansyah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
