
BPS: Ekspor Non-Migas Sumbar Turun
Kamis, 29 Oktober 2015 21:41 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Kinerja nilai ekspor non-migas Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kelesuan dalam rentang waktu empat tahun terakhir, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) setempat Yomin Tofri.
"Penurunan itu disebabkan karena merosotnya nilai ekspor produk industri dan pertanian daerah, dengan rata-rata 11-45 persen setiap tahunnya," katanya dalam Berita Resmi Statisik (BRS) di Padang, Kamis.
Data BPS Sumbar mengungkapkan, memburuknya kinerja ekspor mulai dirasakan sejak 2012 yang anjlok hingga 22,04 persen menjadi 2.363,6 juta dolar AS, dari 3.031,8 juta dolar AS di tahun 2011.
Ia menjelaskan, ada 2013 perolehan nilai ekspor kembali mengalami penurunan 6,54 persen dari 2.363,6 juta dolar AS, menjadi 2.209,0 juta dolar AS.
Tak hanya sampai di situ, selama Januari-Desember 2014 capaian nilai ekspor Ranah Minang hanya tercatat 2.177,4 juta, atau kembali melanjutkan kemerosotan 1,43 persen.
"Bahkan pada sembilan bulan pertama tahun ini, nilai ekspor non-migas daerah ini menukik hingga 15,65 persen, hanya 1.344,6 juta dolar AS, dari 1.594,1 juta dolar AS di periode yang sama tahun sebelumnya," jelas dia.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar Mudrika, menyampaikan rendahnya kinerja ekspor merupakan dampak pelemahan ekonomi global.
Akibatnya, serapan komoditi ekspor daerah seperti crude palm oil (CPO) dan karet menjadi rendah, seiring krisis keuangan di negara-negara kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
Padahal, negara-negara di kawasan benua putih dan benua merah tersebut merupakan pasar terbesar dari sejumlah produk dan komoditi unggulan Sumbar.
"Pelemahan perdagangan internasional sudah merupakan persoalan dunia. Apalagi komoditi ekspor Sumbar hanya produk perkebunan dan olahannya. Jadi, tidak bisa muluk-muluk soal target ekspor," ujarnya. (cpw)
Pewarta: Teddy Setiawan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
