
Sekjen PBB "Sangat Prihatin" Peningkatan Pertempuran di Yaman
Rabu, 23 September 2015 10:09 WIB

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Selasa (22/9) mengatakan ia sangat prihatin dengan peningkatan pertempuran darat dan serangan udara sehingga menewaskan warga sipil dalam beberapa hari belakangan.
Sedikitnya 20 orang tewas dan puluhan orang lagi cedera ketika beberapa pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang rumah warga sipil di Sana'a, Ibu Kota Nasional Yaman, Selasa.
Di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, Ban, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu, mengatakan, "Semua pihak dalam konflik tersebut berkewajiban untuk melakukan semua pencegahan yang layak guna menghindari hilangnya nyawa wartawa sipil dan kerugian harga warga sipil."
Ban juga menyambut baik pembebasan enam warga asing oleh gerilyawan Syiah Al-Houthi pada Ahad (20/9). Ia mengatakan, "Tindakan ini merupakan langkah positif dan nyata dalam upaya mengurangi ketegangan di wilayah ini dan meredakan jalur penyelesaian damai bagi konflik di Yaman."
Gerilyawan Al-Houthi membebaskan enam orang asing, termasuk tiga warga negara Amerika, dua Arab Saudi dan satu orang berkebangsaan Inggris --yang telah ditahan selama enam bulan setelah penengahan oleh Pemerintah Oman.
Pada penghujung Maret tahun ini, Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi dan kabinetnya telah mengungsi ke Arab Saudi, setelah kelompok Al-Houthi menguasai Ibu Kota Yaman, Sana'a, dan mengepung Kota Pelabuhan Aden di Yaman Selatan, Ibu Kota sementara yang diumumkan oleh Hadi.
Lalu, koalisi pimpinan Arab Saudi memulai serangan udara terhadap kelompok Syiah Al-Houthi di Yaman atas permintaan Presiden Hadi, yang hidup di pengasingan di Arab Saudi.
Pada Selasa, Presiden Hadi tiba di Aden, setelah hampir enam bulan di pengasingan. Pasukan Hadi telah merebut kembali beberapa provinsi di Yaman Selatan, tapi petempur Al-Houthi masih menguasai bagian utara negaranya, termasuk Sana'a. (*)
Pewarta: Antara
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
