
Kerugian Puting Beliung Agam Rp1 Miliar
Selasa, 21 Juli 2015 17:04 WIB

Lubuk Basung, (AntaraSumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyebutkan kerugian akibat angin puting beliung yang melanda Kecamatan Lubuk Basung, Senin (20/7) sekitar pukul 14:10 mencapai Rp1 miliar.
"Ini berdasarkan hasil pendataan yang kita lakukan dengan intansi terkait lainnya," kata Kepala BPBD Agam Bambang Warsito di Lubuk Basung, Selasa.
Dari hasil pendataan, jelasnya, sebanyak 46 unit rumah, masjid dan mushala rusak akibat angin puting beliung, tertimpa pohon dan tertimpa tiang listrik.
Dari 46 unit rumah rusak tersebut, sebanyak 39 unit rumah rusak disebabkan diterjang angin puting beliung yang mengakibatkan empat unit rusak berat, sebanyak 11 unit rusak sedang dan 24 unit rusak ringan.
Lalu tiga unit rumah, satu unit masjid dan satu unit mushala rusak akibat tertimpa pohon. Sedangkan dua unit rumah tertimpa tiang listrik.
"Ke 46 unit rumah, masjid dan mushala ini tersebar di Sitingkah Tapi, Sitingkah Tangah, Cubadak di Kecamatan Lubuk Basung," katanya.
Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Agam, Polhut, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi, Pekerja Umum dan PLN Ranting Lubuk Basung sedang membersihkan pohon yang menimpa rumah warga dan memperbaiki tiang listrik.
"Kita menetapkan tangap darurat angin puting beliung selama satu minggu di mulai pada 21 sampai 27 Juli 2015," katanya.
Salah seorang warga Sitingkah Tapi, Gustiar Usman (55), menambahkan, angin puting beliung disertai curah hujan tinggi datang secara tiba-tiba pada Senin siang.
Saat itu, gemuruh angin sangat kencang sekali dan ia mencoba untuk keluar rumah. Sesampai di luar rumah, ia melihat atap rumah tetangganya diterbangkan angin.
Dalam hitungan detik, katanya, pohon kayu karet dan delapan tiang listrik yang ada di depan rumahnya tumbang.
"Melihat kejadian ini, saya langsung masuk rumah karena saat itu bunyi petir sangat keras dan lampu langsung padam," katanya. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
