
Cuaca Panas Diprediksi Berlanjut Hingga Lepas Lebaran
Senin, 22 Juni 2015 14:39 WIB

Padang, (Antara) - Cuaca panas sejak awal Ramadhan pada 2015 diprediksi akan terus terjadi hingga selepas lebaran, karena itu masyarakat diminta untuk mempersiapkan diri agar tidak dehidrasi saat menjalankan ibadah puasa.
"Cuaca panas ini merupakan fenomena tahunan. Kebetulan tahun ini bertepatan dengan Ramadhan," kata Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang, Budi Imam Samiaji, Senin di Padang.
Dia mengatakan, di sepanjang pesisir pantai di Sumbar sebenarnya berpotensi terjadi hujan ringan, namun karena suhu udara setiap hari rata-rata 30-32 derajat celcius, maka hujan ringan itu pun gagal untuk turun.
Menurutnya, cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini tidak hanya terjadi di Kota Padang, tetapi nyaris terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.
"Kondisi ini mengakibatkan potensi turunnya hujan selama Ramadhan dan lebaran sangat kecil. Kemungkinan akhir bulan Juli atau Agustus, baru akan turun hujan, kemudian dilanjutkan musim pancaroba," katanya.
Dia mengingatkan, kondisi panas tanpa hujan ini akan berpotensi meningkatkan titik hot spot (titik api) yang mengakibatkan kabut asap dan mengganggu aktivitas.
"BMKG memang tidak berwewenang mendeteksi titik api, tapi hal ini perlu dikhawatirkan, karena jika kabut asap terjadi, maka penerbangan mudik lebaran bisa terganggu," ujar Budi.
Dia menghimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dalam suhu udara 30-32 derajat celcius ini, terutama saat membakar sampah di lingkungan rumah, atau meninggalkan kompor dalam keadaan hidup saat keluar rumah.
"Dalam cuaca seperti ini, sedikit saja percikan api, bisa mengakibatkan kebakaran," katanya.
Salah seorang warga, Wiryawan(44) mengatakan, selain ancaman kebakaran, cuaca panas ini juga berpotensi mengakibatkan kekeringan.
"Warga seharusnya menyiapkan diri untuk mengantisipasi kekeringan ini," katanya. (*)
Pewarta: Agung Pambudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
