
SAR Parangtritis Hentikan Pencarian Wisatawan Tenggelam

Bantul, (ANTARA) - Tim pencarian dan penyelamatan atau SAR Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghentikan pencarian terhadap wisatawan yang tenggelam dan hilang sejak Selasa lalu di pantai itu. "Sesuai standar operasional prosedur (SOP) pencarian terhadap korban kecelakaan laut, dilakukan selama empat sampai lima hari, dan karena belum juga ditemukan, maka hari ini pencarian kami hentikan," kata Komandan SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto di Bantul, Sabtu. Menurut dia, selama beberapa hari Tim SAR telah melakukan berbagai upaya dalam mencari korban Ilham Angga (20) warga Jalan Rambutan Raya, Kalinegoro, Magelang, Jawa Tengah, baik melalui jalur darat maupun jalur laut. Namun, kata dia, hingga Sabtu siang korban yang hilang selama empat hari itu belum ditemukan, dan kemungkinan sudah meninggal. "Selama beberapa hari kami sudah melakukan pencarian korban dengan perahu karet, dan juga melalui jalur darat, termasuk ke perairan yang banyak terdapat batu karang di sisi timur posko SAR, namun hasilnya nihil," katanya. Ia mengatakan meski secara resmi pencarian dihentikan, namun pihaknya tetap melakukan patroli Tim SAR, dengan menyisir mengikuti arah angin yang cenderung ke timur. "Hari ini ada 13 personel SAR yang diterjunkan sesuai jadwal piket harian, dan penyisiran fokus ke timur," katanya. Pihaknya juga melakukan komunikasi dengan nelayan Pantai Baron, maupun nelayan Pantai Sadeng di Kabupaten Gunung Kidul, untuk memberi kabar jika menemukan jenazah wisatawan yang hilang itu. "Ada berbagai kemungkinan, kalau tidak terjepit di batu karang, jenazah korban terbawa gelombang laut ke tengah, dan terbawa arus ke timur mengikuti arah angin. Jadi kemungkinan bisa sampai Pantai Baron maupun Sadeng di wilayah Gunung Kidul," katanya. Sebelum korban dilaporkan tenggelam, dan hilang, wisatawan tersebut bermain di Pantai Parangendog di sisi timur Pantai Parangtritis bersama temannya, Muhammad Subhan (22) yang juga berasal dari daerah yang sama. Tiba-tiba mereka terseret gelombang laut. Muhammad Subhan berhasil diselamatkan tim SAR yang saat itu sedang berpatroli di kawasan pantai. Sedangkan Ilham tidak bisa diselamatkan, karena sudah terbawa arus laut terlalu jauh ke tengah, hingga akhirnya hilang. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
