Logo Header Antaranews Sumbar

UNICEF Soroti Dampak Dramatis Ebola Pada Anak

Rabu, 18 Maret 2015 10:45 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Ebola telah memiliki dampak yang menghancurkan pada anak-anak di sebagian besar negara yang terkena dampak di Afrika Barat. Anak-anak merupakan tak kurang dari 20 persen orang yang terinfeksi, demikian peringatan Dana Anak PBB (UNICEF)di dalam laporan yang disiarkan pada Selasa (17/3). UNICEF mendesak dilancarkannya upaya untuk mengalahkan momok itu dan memulihkan layanan dasar. Laporan tersebut, yang disiarkan di Ibu Kota Senegal, Dakar, Jenewa dan New York, mengamati dampak dramatis Ebola pada anak kecil saat virus itu menyerang anggota paling rentan di masyarakat di beberapa negara paling rawan di dunia. Dari lebih 24.000 orang yang terinfeksi, sebanyak 5.000 anak, sementara lebih dari 16.000 anak telah kehilangan satu atau kedua orang tua mereka atau pengasuh utama mereka akibat wabah tersebut, kata laporan itu. "Buat banyak dari sembilan juta anak yang tinggal di daerah yang terpengaruh, Ebola telah mengerikan. Anak-anak ini telah menyaksikan kematian dan penderitaan di luar pengertian mereka," kata UNICEF, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Laporan tersebut juga merujuk kepada peran sentral yang dimainkan masyarakat dalam menanggapi dan memperlihatkan kecenderungan yang membesarkan hati dalam prilaku aman. "Di Liberia, misalnya, satu jajak pendapat menunjukkan 72 persen rakyat percaya siapa saja yang terserang gejala Ebola akan mendapatkan perawatan yang lebih di pusat perawatan, yang penting sebab banyak orang dulu biasa menaruh korban Ebola di rumah, sehingga menyebarkan penularan di dalam masyarakat," kata lembaga itu. Laporan tersebut disiarkan beberapa hari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Liberia tidak melaporkan kasus baru yang dikonfirmasi selama dua pekan berturut-turut mengenai penyakit itu, yang telah mempengaruhi lebih dari 24.000 orang dan lebih dari 10.000 kematian. "Pada saat yang sama, layanan dasar perlu ditegakkan kembali secara aman dan bertanggung-jawab, dan memanfaatkan aset tanggap darurat," katanya. Laporan tersebut juga menambahkan bahwa dalam jangka panjang, penanaman modal dalam peningkatan sistem perawatan kesehatan di negara yang terpengaruh Ebola akan membantu menanggulangi penyakit lain seperti campak, radang paru-paru dan diare, yang merenggut banyak korban jiwa di kalangan anak-anak. "Dalam proses ini, penting untuk membantun berdasarkan prestasi yang dicapai selama reaksi tanggap darurat, untuk membangun kembali masa depan yang lebih baik," katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026