
PLN Targetkan Laba Bersih 2015 Rp16,3 Triliun

Jakarta, (Antara) - PT PLN (Persero) menargetkan perolehan laba bersih pada 2015 sebesar Rp16,3 triliun atau naik Rp2,6 triliun dibandingkan 2014 senilai Rp13,7 triliun. Direktur PLN Sarwono Sudarto saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu mengatakan, pada 2013 PLN mengalami kerugian akibat kurs sebesar Rp30,9 triliun. "Pada 2014 lalu, PLN meraih laba Rp13,7 triliun dan 2015 ditargetkan naik lagi Rp16,3 triliun," ujarnya. Menurut dia, laba usaha pada 2015 ditargetkan Rp52,8 triliun yang diperoleh dari pendapatan Rp330 triliun dan beban Rp277 triliun. Sementara, pendapatan usaha pada 2014 terealisasi Rp296 triliun dengan beban Rp250 triliun, sehingga laba usaha Rp46,1 triliun. Asumsi yang dipakai harga minyak (ICP) 105 dolar per barel, pertumbuhan sembilan persen, penjualan 218,8 TWh, kurs Rp11.900 per dolar, harga batubara Rp820 per kg, harga gas 9,7 dolar per MMBTU, insentif investasi tujuh persen, alpha HSD-alpha MFO 9,5-11 persen, dan alpha non-Pertamina 3,7 persen. Direktur PLN lainnya Murtaqi Syamsuddin menambahkan, pada 2015, belanja investasi (capital expenditure/capex) yang direncanakan sebesar Rp60,2 triliun. Menurut dia, sumber pembiayaan "capex" berasal dari APBN Rp3,7 triliun, penerusan pinjaman pemerintah ke PLN (sub loan agreement/SLA) Rp3,3 triliun, pinjaman bank yang sudah pasti Rp4,6 triliun, dan dana internal Rp21,3 triliun. "Sementara, sisanya Rp27,2 triliun akan dicari dari pinjaman lainnya," katanya. Ia menambahkan, target investasi 2015 lainnya adalah pengoperasian pembangkit 4.033 MW, transmisi 4.116 km sirkuit, gardu induk 7.240 MVA, gardu distribusi 3.757 MVA, tambahan pelanggan 3.595 juta. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
