
Prancis Kerahkan 15.000 Polisi untuk Dukung Keamanan

Paris, (Antara/AFP) - Prancis menyiagakan 15.000 polisi dan tentara untuk mendukung keamanan di sekitar tempat rawan dan sekolah Yahudi di negara itu, setelah serangan menewaskan 17 orang, kata pihak berwenang, Senin. Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian mengatakan 10.000 tentara akan dikerahkan sejak Selasa untuk melindungi tempat rawan di seantero negeri itu sejak besok (Selasa) malam, karena tingkat ancaman di Prancis. Pengerahan tentara itu akan memperkuat pasukan keamanan dan polisi yang sudah ada sebanyak 5.000 orang pada Senin untuk melindungi sebanyak 717 sekolah dan tempat Yahudi di Prancis. Le Drian mengungkap langkah-langkah baru itu setelah pertemuan darurat yang diserukan oleh Presiden Francois Hollande sementara perhatian beralih kepada pencegahan terulangnya serangan-serangan berdarah di Prancis dalam setengah abad terakhir. "Ini untuk pertama kali tentara kami dimobilisasi hingga ke tahap itu di dalam negeri," kata menteri tersebut. Le Drian menambahkan bahwa ia akan lebih suka tidak mendaftar tempat-tempat yang disebut rawan. Ia mengatakan mobilisasi tersebut dilakukan "karena tingkat reaktivitas yang tinggi dari pasukan kami dan profesionalisme" yang diperlihatkan tim itu. Pihak berwenang masih memburu sekawanan dari tiga pria bersenjata yang melancarkan aksi pembunuhan yang mulai dengan pembunuhan massal 12 orang di mingguan satir Charlie Hebdo. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
